Presiden Prabowo Subianto Umumkan Sekolah Rakyat Berhasil Menjangkau 44 Ribu Anak

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh daerah Indonesia.

Sebagai informasi bahwa kualitas SDM sangat penting dan menjadi acuan dasar untuk kemajuan bangsa dan negara.

Sejumlah pakar juga mengklaim bahwa suatu negara yang hebat harus mementingkan kualitas SDM di negaranya, karena kualitas SDM sendiri sangat berpengaruh signifikan terhadap kemajuan bangsa dan negara.

Bahkan, sejumlah penelitian mengklaim bahwa percuma saja jika suatu negara mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah tetapi SDM nya masih di bawah rata-rata, karena sampai kapanpun SDA tersebut tidak dapat dikelola dengan baik dam benar jika SDM masih belum berkualitas unggul.

Sebagai contoh nyata adalah negara kita sendiri, yakni Tanah Air Indonesia, sejak dahulu kala, negara Indonesia telah dikenal sebagai negara berkembang yang mempunyai SDA yang sangat melimpah ruah, tetapi pada realitanya, sampai saat ini kita masih menjadi negara berkembang dan tak kunjung menjadi negara maju.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah menggelar sejumlah program untuk meningkatkan kualitas SDM di negara Indonesia.

Sejumlah program yang telah digelar oleh pemerintah sendiri meliputi Program Kartu Prakerja, Peningkatan Gizi dan Kesehatan (Penanganan Stunting & MBG), revitalisasi Pendidikan dan Vokasi, Beasiswa Bantuan Pendidikan, dan Sekolah Rakyat serta Sekolah Garuda.

Meskipun terdapat sejumlah program untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, tetapi baru-baru ini yang menjadi sorotan oleh Presiden Prabowo Subianto ialah program Sekolah Rakyat.

Diketahui, pembangunan program Sekolah Rakyat bukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas SDM saja, melainkan Sekolah Rakyat juga mempunyai tujuan yang mulia yakni untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui penyedia akses pendidikan forman dan asrama bermutu gratis bagi mereka anak-anak yang dari keluarga tidak mampu, miskin, dan miskin ekstrem.

Sekolah rakyat juga membuka peluang bagi mereka yang putus sekolah karena masalah ekonomi contohnya tidak bisa membayar uang gedung, uang bulanan, uang buku, maupun lainnya.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, sampai saat ini telah terdapat sekitar kurang lebih 44.000 anak yang terdaftar sebagai siswa di Sekolah Rakyat yang tersebar di 182 titik di 34 Provinsi.

Untuk dapat terus meningkatkan siswa Sekolah Rakyat, maka saat ini Kementerian Sosial (Kemensos) telah menggelar open house Sekolah Rakyat secara serentak dan bertahap di 182 titik di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, aksi gelaran open house Sekolah Rakyat tersebut juga menggandeng sejumlah pihak terkait yakni seperti Wakil Menteri Sosial, Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, dan Sekretaris Jenderal.

Gus Ipul mengatakan bahwa pada sebelumnya Presiden Prabowo Subianto pernah mengklaim bahwa Sekolah Rakyat dibangun memang untuk membantu mereka yang paling kurang berdaya, dan pembangunan Sekolah Rakyat juga akan membangkitkan seluruh tekat anak-anak untuk mempunyai pendidikan yang layak dan masa depan yang cerah.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, jika orang tua mereka mempunyai hidup yang kurang baik atau kondisi yang kurang layak, tetapi pada dasarnya, anak-anak mereka harus menjadi anak-anak yang hebat, generasi unggul, dan mampu mempunyai hidup yang layak serta mampu menjunjung tinggi derajat dan martabat orang tua mereka.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa Sekolah Rakyat adalah bukti kepedulian pemerintah terhadap anak-anak yang mempunyai semangat juang yang tinggi dalam pendidkan, pemerintah juga berkomitmen akan terus memberikan fasilitas dan bimbingan yang bagus agar mereka mampu mencapai prestasi yang tinggi.

Karena pada dasarnya, pendidikan tidak boleh dilihat dari segi kemampuan ekonomi dalam membayar biaya sekolah, melainkan pendidikan adalah hak seluruh anak Indonesia.

Berikut pesan Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak Sekolah Rakyat: