- Luhut Yakin Negara Indonesia Jadi Pusat Investasi Dunia
- KKP Kembangkan Program Sisa Pengolahan Ikan Menjadi Ekonomi Baru, Simak Penjelasannya
- Blibli Gandeng Generasi Z Untuk Jalani Gaya Hidup Ramah Lingkungan
- Presiden Prabowo Subianto Resmi Teken Perpres Tata Kelola KDMP
- PSEL Bogor Raya Berhasil Tekan Emisi Hingga 640.000 Ton
Luhut Yakin Negara Indonesia Jadi Pusat Investasi Dunia
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian nasional dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagai informasi bahwa saat ini negara Indonesia juga telah mempunyai ciat-cita untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.
Untuk dapat mewujudkan cita-cita negara Indonesia tersebut, maka pemerintah telah mempunyai sejumlah langkah dan strategi, yakni seperti menggelar sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah program unggulan yang dimaksud ialah meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG), Pembangunan Rumah Sakit Lengkap dan Modern, Swasembada Pangan, Swasembada Energi, Swasembada Air, Sekolah Unggul dan Sekolah Rakyat, Perumahan Rakyat, dan Kenaikan Gaji ASN-TNI-Polri.
Untuk mewujudkan program unggulan tersebut, maka dibutuhkan anggaran dana yang jumlahnya cukup signifikan.
Kebutuhan anggaran dana tersebut sebagian besar diambil dari Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Karena sebagian besar diambil dari APBN, maka saat ini pemerintah terus menggelar langkah dan strategi untuk mencari tambahan dana lain, agar arus kas APBN tidak terkuras habis dalam program unggulan saja.
Tambahan dana lain tersebut juga berasal dari aktivitas investasi yang ada di Indonesia, dan saat ini pemerintah terus mengajak para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Pemerintah sangat yakin bahwa negara Indonesia adalah negara yang berkelanjutan dan beberapa tahun kedepan, negara Indonesia menjadi pusat investasi dunia.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bahwa pada beberapa hari yang lalu dirinya telah mengajak para investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia, karena negara Indonesia adalah salah satu negara dengan fundamental ekonomi yang kuat dan proses jangka panjang yang bagus dan berkelanjutan.
Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pesan saya kepada para investor sangat jelas dan sederhana: jangan ragu untuk berinvestasi di negara ini, Indonesia.
Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, saat ini memang negara Indonesia sedang menghadapi masa sulit dan persoalan dalam negeri, tetapi percayalah bahwa pemerintah Indonesia akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk membangun industri, memperbaiki tata kelola, mengelola dengan baik Sumber Daya Alam, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.
Komitmen pemerintah tersebut telah dibuktikan dengan adanya aksi nyata seperti penangkapan kasus korupsi besar-besaran, menata ulang tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN), dan melakukan reshuffle kabinet.
Luhut Binsar Pandjaitan mengaku bahwa saat ini pusat investasi di negara Indonesia akan difokuskan terhadap riset dan inovasi dalam sektor nikel, baterai, dan kendaraan listrik.
Investasi dalam sektor nikel, baterai, dan kendaraan listrik juga merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk mencapai energi bersih, dan selaras dengan implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggun Jawab Sosial dan Lingkungan, dan Sustainable Development Goals (SDGS) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Peluang Aktivitas Herbal

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah bukan hanya membuka peluang investasi dalam sektor riset dan inovasi ekosistem nikel-baterai-kendaraan listrik saja, melainkan saat ini Indonesia telah mempunyai peluang investasi dalam aktivitas herbal.
Pada dasarnya, sejak dulu kala, negara Indonesia telah dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah terbesar di dunia, dan rempah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal yang alami dan menyehatkan.
Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, negara Indonesia telah mempunyai lebih dari 396 spesies herbal dan lebih dari 2.000 tanaman yang telah diverifikasi oleh tim peneliti.
Berdasarkan data yang ada, saat ini negara Indonesia juga telah mempunyai fasilitas genome sequencing berstandart internasional dengan kapasitas komputasi hampir 400 petaflops.
Disisi lain, Luhut Binsar Pandjaitan juga mengaku bahwa tolak ukur keberhasilan investasi kita bukanlah merujuk pada kesepakatan saja, melainkan hasil yang telah diberikan, pelayanan publik yang jauh lebih baik, teknologi modern dan maju, industri yang lebih kuat, dan kesejahteraan rakyat melalui pembukaan lapangan pekerjaan.