Blibli Gandeng Generasi Z Untuk Jalani Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi kerusakan lingkungan di Indonesia.
Sebagai informasi bahwa definisi dari kerusakan lingkungan ialah penurunan mutu kualitas lingkungan yang ditandai dengan rusaknya sumber daya alam seperti tanah, air, udara, rusaknya ekosistem, dan punahnya flora dan fauna.
Diketahui, kerusakan lingkungan sendiri disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor ulah manusia dan faktor alam.
Faktor manusia yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan ialah seperti pembalakan liar, alih fungsi lahan, penebangan pohon secara masif atau liar tanpa adanya reboisasi, aktivitas pertambangan, dan pembuangan limbah secara sembarang.
Sedangkan, faktor alam yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan ialah seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir.
Meskipun terdapat dua faktor, tetapi faktor utama yang paling sering mempengaruhi kerusakan lingkungan di Indonesia ialah faktor ulah manusia.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah sedang menggelar sejumlah program berkelanjutan untuk menurunkan tingkat kerusakan lingkungan di Indonesia.
Sejumlah pakar juga mengklaim bahwa menjaga lingkungan bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh pihak yang hidup dan tinggal di Tanah Air harus turut menjaga dan melindungi lingkungan.
Baru-baru ini, Blibli Tiket Action telah menggandeng Generasi Z untuk mengenal gaya hidup ramah lingkungan melalui kebiasan sederhana dan simpel yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Blibli Tiket Action memberi nama program berkelanjutan tersebut dengan julukan Membumi Goes to Campus dan mengangkat jargon “Better Living Starts With Us“.
Dalam pelaksanaannya, maka Blibli Tiket Action telah berhasil menyambangi lima Universitas terkenal yang ada Jabodetabek.
Menurut pihak Blibli Tiket Action, peran Gen Z sangatlah penting dalam menjaga lingkungan, karena berdasarkan riset dari Youth Sustainability Index (YSI) 2025, dijelaskan bahwa masih adanya jarak antara kepedulian terhadap lingkungan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak YouthLab Indonesia juga mengumumkan dari total keseluruhan 1.006 responden yang berusia antara 16-30 tahun di daerah Jabodetabek, maka 59,64 persennya masih belum memilah sampah dan belum mempunyai rasa kepedulian terhadap lingkungan.
Pihak Blibli Tiket Action mengaku bahwa menjaga lingkungan sangatlah mudah dan dapat dilakukan setiap hari oleh Gen Z saat ini, contohnya ialah Gen Z harus mempunyai tumbler sendiri, tempat bekal sendiri, dan peralatan pribadi sendiri.
Karena dengan adanya peralatan pribadi tersebut, maka kita telah menekan volume sampah di Indonesia.
Lingkungan Adalah Sahabat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360100/original/030139700_1790590011-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_4.59.50_PM__1_.jpeg)
Saka Dwi Hanggara selaku Campaign Manager Waste4Change mengatakan, dalam program Blibli Tiket Action Membumi Goes to Campus, pihaknya telah memperkenalkan macam-macam kategori sampah seperti organik, anorganik, dan residu terhadap seluruh mahasiswa di 5 Univ Jabodetabek.
Bukan hanya memberikan edukasi saja, melainkan pihaknya juga turut memberikan tantangan kepada seluruh mahasiswa untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan sekitar, menyusun ide, dan mengembangkan aksi nyata yang berkelanjutan dan berdampak positif terhadap lingkungan.
Sebagai contoh, saat ini telah terdapat komunitas anak muda Gen Z bernama “Pandawara” yang telah berhasil membersihkan sungai-sungai di Indonesia, dan hal tersebut sangat membanggakan serta berdampak positif terhadap sosial dan lingkungan.
Bahkan, atas kerja keras dan ketulusan komunitas Pandawara tersebut dalam membersihkan lingkungan, maka mereka telah berhasil dipanggil oleh para komunitas pecinta lingkungan dunia untuk berkolaborasi bersama.
Saka Dwi Hanggara berharap agar banyak komunitas mahasiswa yang mulai mempunyai rasa kepedulian terhadap lingkungan, dan mulai menggelar aksi nyata yang berkelanjutan terhadap lingkungan.