PSEL Bogor Raya Berhasil Tekan Emisi Hingga 640.000 Ton

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sampah merupakan sisa dari barang atau benda yang telah dibuang atau tidak digunakan lagi oleh manusia.

Sebagai informasi bahwa sampah berasal dari banyak sektor, mulai dari sektor rumah tangga, sektor industri, dan sektor pertanian, contoh dari sumber sampah dari beberapa sektor tersebut meliputi, rumah tangga (sisa makanan dan sampah plastik), industri (limbah pabrik dan limbah rumah sakit), pertanian (sisa dari penggunaan pupuk tanaman dan pupuk kimia).

Berdasarkan data yang ada, saat ini volume sampah di negara Indonesia telah mencapai 71 juta ton per tahun, dan presentase tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan rata-rata peningkatan ialah di 5%.

Bahkan sangking tingginya volume sampah, maka sejak beberapa tahun yang lalu, negara Indonesia telah dinobatkan sebagai salah satu negara dengan penghasil sampah terbesar di dunia.

Tingginya volume sampah tersebut dapat menimbulkan dampak negatif terhadap beberapa hal, yakni mencemari lingkungan sekitar, mencemari air dan biota, meningkatkan potensi bencana banjir, meningkatkan potensi bencana tanah longsor, mencemari udara, risiko kebakaran sampah, menjadi sumber penyakit, dan kerugian ekonomi sektor wisata.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk menurunkan volume sampah di Indonesia melalui beberapa langkah dan strategi.

Langkah dan strategi yang telah dijalankan oleh pemerintah ialah seperti mengurangi tumpukan dari Hulu, meningkatkan tata kelola pemilahan sampah, memaksimalkan infrastruktur lokal dalam mendaur ulang sampah, menghentikan open dumping, membangun bank sampah di sejumlah daerah, menggelar edukasi bijak sampah, dan merealisasikan serta memeratakan pengolahan sampah di seluruh daerah Indonesia.

Baru-baru ini, proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 telah berhasil menurunkan tumpukan sampah dan menekan angka emisi karbon yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan bahwa PSEL di Bogor Raya 1 telah diproyeksikan dan diestimasikan mampu mengolah sampah hingga 500.000 ton sampah setiap periodenya, dan angka tersebut telah setara dengan sekitar 45 persen timbunan sampah di TPA Daerah Kota Kabupaten Bogor.

Dalam pelaksanaannya, maka proyek PSEL Bogor Raya diestimasikan mampu menekan angka emisi karbon hingga 640.000 ton atau setara dengan CO2 setiap tahunnya.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan, dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100.000 rumah masyarakat Bogor Raya.

Menurut Pandu Patria Sjahrir, proyek PSEL di Kabupaten Bogor Raya tersebut telah selaras dengan sejumlah program pemerintah dan PBB tentang CSR (Corporate Social Responsibility), SDGs (Sustainable Development Goals), dan pilar 3P (People, Planet, Profit).

Contoh dampak positif yang nyata dan selaras dengan program CSR yakni adanya kepedulian lingkungan dan membuka lebih dari sekitar 1.200 lapangan kerja untuk masyarakat Kabupaten Bogor.

 

Tanggapan Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Tegaskan Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini kita tidak boleh memandang sampah sebagai barang yang tidak berguna atau barang sisa pemakaian saja, melainkan kita harus memandang sampah sebagai bahan baku utama untuk sumber daya pasokan energi terbarukan dan ramah lingkungan di Indonesia.

Bukan hanya dijadikan sebagai bahan baku sumber daya energi saja, melainkan di sejumlah daerah, sampah juga telah di daur ulang menjadi barang yang bernilai tinggi dan berkelanjutan, contohnya ialah di sejumlah daerah pedesaan sampah dapat dijadikan menjadi pupuk kompos, biji plastik, dan bahan bakar. Lalu, di sejumlah daerah perkotaan sampah juga dapat dijadikan menjadi kerajinan tangan yang ramah lingkungan.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, saat ini dirinya telah meminta kepada Jajaran Kabinet Merah Putih untuk segera mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah Kabupaten maupun Kota, dan khususnya percepatan realisasi puluhan proyek waste-to-energy di sejumlah kota besar Indonesia.

Dalam realisasinya, maka pemerintah akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak Swasta maupun Asing untuk mempercepat pembangunan PSEL, pihak yang telah berkolaborasi tersebut meliputi swasta asing asal China Wang Ning Enviroment, Sejang Wing Environment Protection, swasta asing asal Prancis SUEZ-IAN Consortium, dan beberapa pihak lainnya.