- Presiden Prabowo Subianto Buka Suara Soal Erupsi Anak Gunung Krakatau
- Pemerintah Adakan 4.582 Kapal Untuk Pertumbuhan Ekosistem Laut di Indonesia
- Berikut Beberapa Daerah Yang Berinovasi Mengelola Sampah Menjadi Barang Bernilai
- Ketika Sampah Tak Lagi Jadi Masalah: Inovasi Kampus dan Masyarakat Bangun Ekonomi Sirkular
- PT Semen Indonesia Luncurkan Produk Rendah Karbon
Presiden Prabowo Subianto Buka Suara Soal Erupsi Anak Gunung Krakatau
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan kabar erupsi anak gunung Krakatau.
Sebagai informasi bahwa anak gunung Krakatau telah mengalami erupsi pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 23.07 WIB (Waktu Indonesia Barat).
Diketahui, erupsi anak gunung Krakatau telah terjadi selama beberapa hari, yakni mulai Jumat, 4 September 2026 hingga Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 00.04 WIB.
Besaran amplitudo yang dihasilkan dari letusan anak gunung Krakatau tersebut mencapai 70 mm, dan saat ini status gunung anak Krakatau berada di Level III (Siaga) dan dengan karakteristik letusan tipe Strombolian.
Karena erupsi anak gunung Krakatau masih dalam level siaga III, maka sejumlah aktivitas sosial masyarakat juga telah dibatasi untuk tujuan keselamatan dan kesehatan.
Beberapa dampak yang dihasilkan dari adanya erupsi tersebut ialah meliputi penutupan delapan bandara di sejumlah daerah, pembatalan ribuan tiket penerbangan, pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan sejumlah daerah di DKI Jakarta serta Tangerang juga mengalami sebaran abu vulkanik.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan, saat ini pemerintah telah melakukan pemantauan terhadap aktivitas anak gunung Krakatau, dan pemerintah juga terus berupaya untuk melindungi masyarakat dari sebaran dampak yang ada.
Presiden Prabowo Subianto menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta tidak perlu khawatir secara berlebih.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menjelaskan, pemantauan aktivitas anak gunung Krakatau telah dijalankan oleh pihak terkait yang ahli dalam bidangnya, dan dengan melalui skema tata kelola dan rekomendasi resmi.
Muhammad Qodari mengaku bahwa Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama yang harus dijalankan oleh seluruh lini pemerintahan.
Muhammad Qodari menghimbau kepada seluruh masyarakat terdampak untuk selalu menggunakan masker dengan standart kesehatan Indonesia saat berada di luar ruangan, selalu menutup jendela rumah, menutup seluruh tampungan air seperti bak dan ember, menggunakan kacamata pelindung debu, dan selalu menjaga kebutuhan harian tubuh dari makanan, air minum dan vitamin.
Disisi lain, Muhammad Qodari juga menghimbau kepada seluruh masyarakat terdampak untuk menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan segera.
Dalam situasi dan kondisi saat ini, kita sebagai warga negara yang bijak juga tidak boleh asal percaya terhadap informasi yang tidak jelas kebenarannya, maka dari itu seluruh informasi tentang erupsi anak gunung Krakatau hanya dapat divalidasi dan diumumkan oleh PVMBG, BMKG, BNPB, Kemenhub, Kemenkes, dan lini pemerintahan lainnya.
Penjelasan BMKG Tentang Potensi Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, potensi terjadi tsunami akibat erupsi anak gunung Krakatau masih berada di tingkat yang rendah, yakni berada di angka 40 persen.
Presentase potensi tsunami tersebut diambil dari pemantauan 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga pukul 07.00 WIB tidak menunjukkan adanya anomali muka air laut.
Pih Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, analisis teknologi High-Frequency (HF) Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung mencatat probabilitas tsunami pada saat tersebut berada di tingkat rendah (di bawah 40 persen), dengan tinggi gelombang laut yang terjaga di kisaran satu meter.
Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan dengan pendekatan lintas instrumen ini bersinergi dengan analisis dari PVMBG-Badan Geologi guna menyajikan data yang presisi, cepat, dan akurat, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung pengambilan keputusan serta menjaga keselamatan penerbangan dan wilayah pesisir Selat Sunda.
Ardhasena Sopaheluwakan mengaku bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi yang akurat secara berkala untuk seluruh masyarakat, dan informasi resmi dari BMKG dapat didapatkan melalui platform resmi “https://www.bmkg.go.id/” “Aplikasi BMKG” “https://signature.bmkg.go.id/dwt/“