Upaya Pemerintah Dalam Mencapai Swasembada Bawang Putih

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai swasembada pangan nasional.

Sebagai informasi bahwa swasembada pangan merupakan kondisi dimana suatu negara mampu mencapai kemandirian bahan pangan dan bahan pokok melalui produksi dalam negeri, dan negara tersebut sudah tidak lagi melakukan impor untuk mencukupi kebutuhan pangan seluruh masyarakatnya.

Food and Agriculture Organization (FAO) mengklaim bahwa definisi dari swasembada pangan sendiri ialah suatu negara mampu memproduksi lebih dari 90 persen bahan pangan dari total keseluruhan kebutuhan pokok nasional.

Diketahui, sejak beberapa dekade yang lalu, negara Indonesia telah melakukan impor bahan pangan secara rutin untuk mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia, dan bahan pangan yang di impor tersebut meliputi beras, gandum, gula pasir, jagung, bawang putih, daging sapi, susu, buah&sayuran, dan garam.

Impor bahan pangan secara terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif yang cukup serius terhadap suatu negara, dampak negatif tersebut meliputi suatu negara akan ketergantungan terhadap negara lain, produk lokal semakin tertekan karena adanya ancaman persaingan, potensi defisit neraca perdagangan nasional, penurunan tingkat lapangan pekerjaan, dan penurunan nilai mata uang.

Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh jajaran Kabinet Merah Putih telah mempunyai program unggulan yang dapat meningkatkan ekonomi nasional dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.

Salah satu program unggulan tersebut ialah mencapai swasembada pangan nasional, dan mampu mewujudkan cita-cita untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.

Setelah resmi memasuki satu tahun menjabat, Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajarannya berhasil mencapai swasembada beras nasional, dan produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai angka yang sangat tinggi dan mengukir sejarah yang ada, dimana produksi beras tahun 2025 telah melampaui dari total kebutuhan beras yang ada di Indonesia.

Tidak puas sampai disitu saja, saat ini pemerintah akan mulai meningkatkan produksi bawang putih secara masif, dan dalam beberapa tahun kedepan, impor bawang putih akan segera dihentikan, agar kita dapat mencapai swasembada bawang putih.

Baru-baru ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa negara Indonesia mempunyai peluang yang sangat tinggi untuk mencapai swasembada bawang putih, pasalnya saat ini negara Indonesia telah mempunyai tanah yang sangat subur dan mampu menghasilkan bawang putih kualitas unggulan dan tidak kalah saing dengan bawang putih impor.

Andi Amran Sulaiman menjelaskan, pada realisasinya, daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dijadikan pusat pembibitan dan pemberdayaan bawang putih, karena di NTB mempunyai pondasi dan benih yang sangat unggul.

Menurut Andi Amran Sulaiman, saat ini daerah NTB telah memiliki potensi lahan bawang putih yang cukup strategis, yakni mencapai kurang lebih sekitar 7.750 hektare, daerah NTT juga mempunyai potensi lahan bawang putih mencapai 2.500 hektare, Bima sekitar 1.500 hektare, Sumbawa 1.000 hektare, dan Lombok Tengah sekitar 750 hektare.

Andi Amran Sulaiman juga berkoordinasi langsung dengan para Pemprov Provinsi NTB dan sejumlah pakar ahli untuk mempersiapkan infrastruktur yang unggul dalam proses penanaman bawang putih.

Segala proses yang dibutuhkan dalam menanam bibit yang unggul ialah seperti kesiapan kebutuhan logistik mulai dari penguatan kawasan produksi, riset dan pengembangan pembenihan, dan integrasi sektor pertanian serta peternakan.

Bukan hanya mempersiapkan infrastruktur dan logistik yang unggul saja, tetapi kunci keberhasilan dari swasembada bawang putih ialah para pemuda dan para petani harus memiliki etos kerja yang baik, disiplin, integritas yang tinggi, inovatif, dan kreatif.

Disisi lain, Andi Amran Sulaiman juga mengaku bahwa saat ini para petani tidak perlu lagi memikirkan biaya logistik atau bahan bibit yang unggul, jika negara ini mau maju maka cukup dengan kata siap dan tindakan yang nyata saja, karena segala bentuk biaya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah dan kementerian.

 

Produsen Terbesar

Pemerintah Harus Hentikan Impor Bawang Putih - Serikat Petani Indonesia

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Iqbal mengatakan, sejak beberapa bulan yang lalu, daerah NTB menjadi daerah penghasil bawang putih terbesar di Indonesia, atau dengan kata lain daerah NTB sudah menjadi produsen raksasa nasional, karena pendistribusian produk bawang putihnya hampir menyeluruh.

Meskipun telah dinobatkan sebagai produsen raksasa nasional, tetapi Pemprov NTB tidak ingin puas sampai disitu saja, melainkan Pemprov NTB akan memperluas lagi pemetaan wilayah produksi bawang putih, dan hal tersebut selaras dengan arahan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi swasembada pangan nasional.

Pemetaan bukan hanya soal tentang meningkatkan produksi bawang putih saja, melainkan tentang meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal, membuka banyak lapangan kerja, memperkuat kelembagaan petani dan kemitraan usaha nasional.