Apakah Benar Partai Demokrat Adalah Dalang Dari Isu Ijazah Palsu Jokowi?

Berita Terkini – Seperti  yang kita tahu, saat ini isu ijazah palsu mantan Presiden Republik Indonesia (RI) Ke-7 Joko Widodo atau yang biasa dikenal dengan Jokowi masih menjadi perbincangan di sosial media maupun berita nasional.

Sebagai informasi bahwa saat ini Joko Widodo telah resmi melaporkan beberapa pihak yang diduga menjadi dalang atas penyebaran kabar hoax tentang ijazah palsu tersebut.

Joko Widodo mengaku bahwa kesabarannya sudah habis untuk menghadapi para pelaku penyebar hoax, dan saat ini dirinya tidak akan gentar untuk melawan kebenaran dengan jalur hukum yang berlaku.

Gugatan perdata tentang isu dugaan ijazah palsu Presiden Ke-7 Joko Widodo telah resmi terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara (610/Pdt. G/2023/PN Jkt. Pst).

Joko Widodo menegaskan bahwa kebenaran memang layak diperjuangkan, karena kebenaran sangat mahal harganya dan tidak dapat diukur oleh materi atau hal apapun.

Baru-baru ini, terdapat isu baru yang beredar bahwa partai Demokrat adalah salah satu dalang dari penyebaran kabar ijazah palsu Joko Widodo.

Isu tentang partai Demokrat yang menjadi dalang dari penyebaran kabar ijazah palsu Joko Widodo tersebut pertamakali dibagikan oleh relawan Joko Widodo, Silfester Matutina dalam sebuah acara di televisi nasional.

Banyak warganet yang bertanya-tanya tentang kebenaran isu baru tersebut, dan banyak warganet yang menyebutkan bahwa mungkin Presiden Demokrat tidak suka atau benci dengan Presiden Joko Widodo.

Oleh karena itu, Presiden Demokrat menyerang dengan menggunakan cara yang licik, yakni menuding ijazah palsu Joko Widodo.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia sekaligus putra dari Joko Widodo, Kaesang Pangarep mengumumkan, kita sebagai masyarakat Indonesia harus dapat menjadi warga yang bijak dan teliti dalam menerima kabar atau berita apapun dalam sosial media maupun media berita lain.

Kaesang Pangarep menjelaskan, hubungan Bapak Jokowi dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat akrab, dan keduanya kerap menyambangi satu sama lain, bahkan dalam seminggu Bapak Jokowi dan Bapak SBY dapat bertemu beberapa kali untuk berkumpul dan bercengkrama bersama.

Kaesang Pangarep mengaku bahwa Bapak Jokowi dan Bapak SBY bukan hanya sekedar bertemu di offline atau on the spot (OTS) saja, melainkan keduanya kerap melakukan pertemuan secara daring atau online.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia sekaligus putra dari Joko Widodo, Kaesang Pangarep di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jakarta, pada Senin, 28 Juli 2025.

Tanggapan Pihak Demokrat

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra

Kepala Badan Komunikasi Strategis, DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, kabar tentang Partai Demokrat yang menjadi dalang dari konflik ijazah palsu Presiden RI Ke-7 Joko Widodo adalah fitnah dan tanpa dasar apapun.

Herzaky Mahendra Putra menjelaskan, istilah tuduhan tentang “partai biru” yang menjadi dalang atas konflik ijazah palsu Joko Widodo adalah upaya insinuatif yang menyesatkan dan mencemarkan mama baik partai Demokrat.

Herzaky Mahendra Putra juga menegaskan bahwa Roy Suryo sebagai pihak yang mempersoalkan ijazah palsu Jokowi bukan lagi menjadi kader Demokrat.

Bahkan, Roy Suryo sudah resmi mengundurkan diri dari partai Demokrat sejak beberapa tahun yang lalu, yakni sejak tahun 2019, dimana pada tahun tersebut belum ada isu tentang ijazah palsu Jokowi.

Disisi lain, Herzaky Mahendra Putra menjelaskan bahwa pengunduran Roy Suryo adalah keputusan yang diambil oleh kedua belah pihak yakni keputusan pribadi Roy Suryo dan Partai, karena keduanya sudah berbeda pandangan dan tidak lagi dalam berjalan searah sesuai prinsip, misi, dan visi yang dibangun oleh Partai Demokrat.

Herzaky Mahendra Putra mengaku bahwa Jokowi dan SBY adalah kedua pribadi yang hebat dan mereka saling menghargai serta menghormati satu sama lain.

Jokowi dan SBY juga saling menjaga keharmonisasian keluarga, dan mereka tidak pantas dijadikan sasaran untuk provokasi.

Suatu saat, yang menjadi dalang sungguhan dan menjadi provokasi pasti akan tertangkap, karena sehebat-hebatnya pelaku bersembunyi, pasti akan tertangkap juga.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis, DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan pada Senin, 28 Juli 2025.