Presiden Prabowo Akui Indonesia Dapat Menjadi Bangsa Terkaya Keempat Didunia Dengan Syarat Berikut

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah.

Sebagai informasi bahwa sumber daya alam yang dimiliki oleh negara Indonesia terbagi menjadi beberapa sektor, yakni hayati dan non hayati.

Definisi dari sumber daya alam hayati adalah sumber daya yang berasal dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan sumber daya alam non hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati seperti tanah, air, udara, mineral, tembaga, minyak bumi, timah, nikel, pasir besi, dan batu bara.

Diketahui, sejak beberapa dekade yang lalu, negara Indonesia telah melakukan ekspor sumber daya alamnya ke sejumlah negara di dunia, dan banyak negara di dunia yang ketergantungan untuk membeli kekayaan alam milik Indonesia.

Bahkan, sejumlah negara di dunia telah berlomba-lomba untuk melakukan investasi secara besar-besaran di negara Indonesia, investasi tersebut juga datang dari sektor yang bermacam-macam, seperti sektor keuangan, bahan baku, energi, infrastruktur, barang konsumen primer, dan sektor teknologi.

Oleh karena itu, saat ini kita patut bersyukur menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), karena kita lahir dan tumbuh di Tanah Air yang subur dan memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

Meskipun negara Indonesia telah mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah, tetapi pada realitanya saat ini negara Indonesia masih saja menjadi negara berkembang dan tak kunjung menjadi negara maju, sebagian besar masyarakat Indonesia juga masih hidup dalam kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera.

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, sampai kapan negara Indonesia akan menjadi negara maju dan kapan masyarakat dapat mencapai kesejahteraanya.

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa negara Indonesia dapat menjadi bangsa terkaya keempat di dunia jika berhasil melampaui sejumlah syarat.

Syarat yang dimaksud yakni adalah apabila seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dan bekerja sama mencapai visi dan misi yang selaras.

Hal ini juga selaras dengan adanya Sila Ke-3 yakni berbunyi “Persatuan Indonesia”. Dimana seluruh masyarakat harus bersatu padu untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.

Bukan hanya masyarakat saja yang harus bersatu, melainkan para elite dan konglomerat juga harus bersatu padu untuk membangun negara dan bangsa Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, saya ingin selalu mengajak apa pun perbedaan kita, apa pun mungkin dosa-dosa kita di masa lalu, karena kita manusia pasti penuh dosa, pasti ada kesalahan. Tapi sekarang kita harus bekerja sama, kita harus kompak, kita harus bahu-membahu. Yang kuat tarik yang lemah, yang lemah berhimpun bekerja sama, bersaing baik, tapi begitu pertandingan selesai bersatu, bersatu.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa saat ini terdapat sejumlah pihak yang mengklaim bahwa bersatu adalah tindakan yang tidak demokratis, padahal negara kita negara demokrasi.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, demokrasi memang harus dilakukan, dan demokrasi tidak dilarang, tetapi masyarakat harus mempunyai sikap demokrasi yang adil, kritis, dan tidak menjatuhkan satu sama lain, atau fitnah sana sini, karena sikap saling menjatuhkan dan fitnah adalah tindakan yang dapat mempecah belah bangsa sendiri.

 

Bersikap Bijak

Presiden Prabowo Subianto menghimbau kepada seluruh Kabinet Merah Putih untuk selalu siap dan tidak gentar apabila terdapat oknum atau pihak yang melontarkan ejekan atau fitnahan.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, jika ada orang jahat yang selalu mengejek dan memfitnah, maka pemerintah sudah berjalan di jalur yang benar dan berpihak kepada rakyat.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa bekerja di sektor pemerintahan pasti akan menerima banyak sekali cacian, makian, ejekan, dan fitnahan. Tetapi itu semua harus dijalani karena memang terbukti bahwa sampai saat ini masih ada saja oknum pemerintah yang nyaman berada di dalam dunia kejahatan seperti korupsi, penyelewengan dana, penipuan, dan pencucian uang.

Jadi wajar saja jika masyarakat masih marah dan mengejek pemerintahan, tugas terpenting pemerintah saat ini adalah harus bekerja dengan bijak, jujur, dan adil.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga berkomitmen bahwa dirinya akan melakukan pemantauan- pemberantasan-sanksi terhadap para oknum pejabat dan aparat yang telah terbukti melakukan tindakan korupsi.

Beberapa pekan yang lalu, Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta para Kapolri, Kejaksaan Agung, dan KPK untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya, dan para koruptor harus dimiskinkan dan dituntut untuk mengembalikan seluruh uang rakyat yang telah dicurinya.

 

Keberhasilan Negara Indonesia Dalam Program MBG

Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah, Senin (10/2/2025). (Biro Pers Kepresidenan).

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa program makan bergizi gratis (MBG) telah berjalan dengan lancar dan program MBG terbukti membawa banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Sejumlah pakar ahli gizi mengklaim bahwa program MBG memang terbukti mempunyai pengaruh positif signifiikan terhadap tingkat stunting dan malnutrisi di Indonesia.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa sejak adanya peluncuran program MBG, maka tingkat stunting di Indonesia telah menurun dengan sangat drastis, yakni pada tahun 2025 tingkat stunting beraada di angka 18,8 persen dari total populasi penduduk di Indonesia, dan angka tersebut menunjukan trend penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya, pada tahun 2023-2024 tingkat stunting masih berada di atas 20 persen.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, tingkat keberhasilan program MBG telah mencapai angka 99,99 persen jika dilihat dari aspek statistik.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, saat ini program MBG telah berhasil menjangkau 55 juta orang di seluruh daerah di Indonesia, padahal program MBG baru saja diluncurkan selama satu tahun.

Capaian kinerja program MBG tersebut menunjukan bahwa pemerintah memang serius dalam menangani kasus kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.

Hal ini selaras dengan visi dan misi para pendahulu kita, yakni satu ucapan dari Bung Karno the hungry stomach cannot wait, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan.

Presiden Prabowo Subianto kita patut bangga dan bersyukur atas keberhasilan program MBG, pasalnya jika melihat dari negara lain, seperti contoh negara Brasil harus membutuhkan waktu selama 11 tahun untuk mengjangkau 40 juta penerima manfaat.

Sedangkan, kita negara Indonesia, hanya dalam waktu 1 tahun saja sudah bisa menjangkau 55 juta penerima manfaat.