Demokrat Tidak Nilai Serius Ruhut dan Haryono Dukung Ahok dan Djarot

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Jakarta – Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni diusung Koalisi Cikeas menjadi pesaing pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI. Keputusan mengusung Ahok nampaknya tidak diikuti oleh seluruh kader Demokrat.

Eks juru bicara partai Demokrat Ruhut Sitompul dan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman malah memutuskan mendukung Ahok dan Djarot. Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin tidak menoilai sikap kedua kader yang bersebrangan itu sebagai persoalan serius.

“Kami ada mekanisme. Kami tidak nilai itu serius dan penting. Saya pikir malah apa yagn kami hadapi saat ini, kontestasi demokrasi Pilgub DKI terlalu penting untuk memperhatikan hal seperti itu,”ucap Amir.

“Kalau saya ikuti irama mereka tanggap menanggapi orang yang nyentrik ini merasa terlalu penting untuk saya ditanggapi,”tambahnya.

Menyikap sikap Ruhut dan Hayono, Amir menyebut ada mekanisme yagn bakal dilakukan dewan pengawas partai. Karena, permasalahan ini berkaitan dengan kode etik kader Partai Demokrat.

“Kami punya mekanisme untuk mengurus dua orang ini, di komisi pengawas. Ada mekanisme di Komisi pengawas, pegangannya kode etik,”tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Ruhuit telah sejak lama menyatakan dukungan kepada pasangan Ahok dan Djarot. Dia mengklaim menolak mengusung Agus lantaran buka kader partai Demokrat. Ditambah, dia menganggap Jakarta masih membutuhkan figur dan kepemimpinan Ahok.

Selain Ruhut, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, memutuskan mendukung pasangan Ahok dan Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 nanti.

Menurut Hayono, Ahok dan Djarot merupakan pasangan harmonis. Dia mempercayai pencalonan keduanya bukan sekedar memperebutkan kekuasaan.

“Rakyat DKI perlu kepemimpinan seperti Ahok. Yang saya lihat secara konkret beliau tidak cuma melayani dengan hati, tapi beliau membangun sistem pelayanan yang hebat sehingga berkesempatan besar memberantas korupsi dan menghargai kerja keras birokrasi DKI Jakarta,”ucapnya dalam jumpa pers di Posko Muda Mudi Ahok.

COMMENTS

Leave a Comment