Amnesti Pajak Berdampak Positif Pada Penguatan Rupiah

Beritaterkini.biz – Berita Terkini, Ahli Ekonomi Universitas Diponegoro Akhmad Syakir Kurnia menyatakan penguatan mata uang rupiah adalah dampak positif dari program amnesti pajak. “Ini sentimen pasar merespon keberhasilan amnesti pajak. Ini tergantung dari momentum tersebut apakah dapat dijaga oleh Pemerintah,” ungkapnya di Semarang, Jumat.

Dikatakan, amnesti pajak tahap pertama telah selesai dilaksanakan sedangkan tahap kedua baru dimulai awal bulan ini. Selanjutnya, amnesti pajak akan dilaksanakan hingga Maret 2017. “Keberhasilan amnesti pajak pada tahap pertama ini telah memberikan tanda positif. Diharapkan keadaan ini dapat bertahan sampai akhir program tersebut dilaksanakan,” ungkapnya.

Baca Juga : Pihak IDI Tidak Mau Jadi Pelaksana Hukuman Kebiri, Apa Yang Terjadi ?

Dengan penguatan mata uang rupiah tersebut artinya upaya dari sisi domestik dapat tercapai. Walaupun demikian, penguatan mata uang juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu kondisi ekonomi global. “Untuk mengurangi dampak dari ekonomi global ini akan tercipta keseimbangan yang baru, salah satunya adalah Indonesia harus mengurangi ketergantungan luar negeri,” ungkapnya.

Seperti misalnya Singapura, selama ini Indonesia banyak melakukan ekspor barang ke negara lain melalui Singapura. Padahal, Singapura bukan merupakan negara pengguna produk dari Indonesia. “Sebagai upaya mencari keseimbangan baru ini diharapkan dapat menjadi momentum Indonesia untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap negara lain,” ungkapnya.

Walaupun demikian, Situasi tersebut tidak akan sepenuhnya efektif mengingat Indonesia juga harus melakukan ekspor ke negara lain. “Bagaimanapun juga Indonesia harus melakukan ekspor, dengan kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya membaik pasti terjadi penurunan permintaan dari negara lain. Situasi ini yang berakibat buruk pada nilai tukar rupiah,” ungkapnya.

( Berita Terkini )

COMMENTS

Leave a Comment