PT Semen Indonesia Luncurkan Produk Rendah Karbon

Berita Terkini –Β Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah Indonesia sedang berupaya semaksimal mungkin untuk menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebagai informasi bahwa program CSR merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan dari suatu aktivitas perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar operasional perusahaan.

Sedangkan, SDGs merupakan tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang berisi 17 tujuan penting dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai kesejahteraan manusia dan melestarikan lingkungan secara menyeluruh atau global hingga tahun 2030.

Diketahui, saat ini program CSR dan SDGs sendiri telah tertuang dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Pasal 74 yakni berbunyi “Mewajibkan perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam untuk melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)”.

Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 yakni berbunyi “Mengatur lebih lanjut tata cara pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi perseroan terbatas”.

Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 yakni berbunyi “Menjadi dasar hukum nasional komitmen pemerintah melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk sektor swasta melalui program CSR untuk mencapai target SDGs”.

Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas yakni berbunyi Menetapkan pedoman perencanaan dan pelaksanaan aksi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan daerah”.

Berbagai peraturan tersebut menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap masyarakat dan lingkungan di seluruh Indonesia.

Sebagian besar pakar juga mengklaim bahwa penyebab utama dari kerusakan lingkungan ialah karena adanya aktivitas industri atau operasional suatu perusahaan.

Oleh karena itu, saat ini perusahaan tidak boleh berfokus untuk meningkatkan laba atau operasionalnya saja, melainkan perusahaan juga harus mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap dampak sosial dan lingkungan sekitar perusahaan.

Bahkan, sebagian besar pakar ekonom juga menilai bahwa program CSR dan SDGs yang diterapkan oleh perusahaan dapat meningkatkan citra yang baik dan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

Citra positif ketertiban perusahaan yang menerapkan CSR dan SDGs tersebut juga dapat dilihat di daftar penilaian PROPER (Program Penilaian Peningkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidu) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Baru-baru ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tealh resmi mennggelar program CSR dan SDGs dalam produknya, yakni mereka meluncurkan produk semen ramah lingkungan yang memiliki emisi rendah karbon hingga 38 persen dibandingkan dengan produk konvensional.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, pihaknya telah melakukan Research and Development (RnD) sedemikian rupa sehingga dapat menemukan formula produk semen ramah lingkungan tanpa mengurangi kualitas dan peruntukannya.

Vita Mahreyni menjelaskan, sejak dahulu kala, perusahaannya selalu menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance)Β yakni proses bisnis yang berpacu terhadap 3 pilar dasar, yakni Lingkungan (pengelolaan limbah dan rendah emisi karbon), Sosial (hak pekerja dan hubungan masyarakat yang baik serta bermanfaat), dan Tata Kelola Perusahaan (transparansi bisnis, dan hubungan yang baik dengan sejumlah pihak).

Menurut Vita Mahreyni, penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari oleh kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan perusahaan di masa depan.

Bukan hanya berfokus terhadap produk saja, tetapi pihak SIG juga telah menggunakan bahan baku serta bahan bakar ramah alternatif yang lebih ramah lingkungan, bahan bakar yang digunakan yakni berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).

Karena telah mengimplementasikan program CSR dan SDGs denganΒ  baik, maka saat ini SIG telah mendapatkan nilai Emas dari penilaian PROPER KLH, nilai Emas sendiri berarti perusahaan tersebut telah melampaui standar pengelolaan lingkungan yang baik, inovasi sosial yang bermutu dan bermanfaat, serta mempunyai komitmen yang jelas tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Bukan hanya mendapatkan penilaian Emas pada PROPER saja, melainkan SIG juga berhasil meraih penghargaan ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI Kategori Listed Company.

Vita Mahreyni juga menghimbau kepada seluruh perusahaan di Indonesia untuk turut menerapkan program CSR dan SDGs, karena pada dasarnya lingkungan adalah Anugerah yang harus dijaga dan dilestarikan.

Diketahui, menjaga dan Melestarikan lingkungan juga merupakan kunci utama untuk mempertahanankan keseimbangan dan kelangsungan hidup seluruh makhluk yang ada di Bumi.

Berikut merupakan cuplikan video keberhasilan SIG dalam menerapkan CSR, SDGs, dan ESG:

@sig_official

Good news, Insan SIG! πŸŽ‰ Perusahaan kita kembali menorehkan prestasi dengan meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI untuk Sector Capital Market – Kategori Listed Company πŸ† Trofi penghargaan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Bapak Mohammad Jumhur Hidayat, kepada Group Head of Strategic Growth & ESG SIG, Bapak Muhammad Taqiyuddin, di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, pada 6 Agustus 2026. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen SIG dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus menghadirkan inovasi untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan 🌱 Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, salah satunya melalui semen hijau SIG yang memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional πŸŒπŸ’š Tak hanya melalui produk, SIG juga terus mendorong praktik produksi yang lebih berkelanjutan dengan mengoptimalkan bahan bakar alternatif, mulai dari limbah industri dan biomassa hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF). Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi ini harapan atas langkah lanjutan bagi SIG untuk terus tumbuh dengan membawa dampak yang berarti di masa depan πŸ†πŸŒ± ESGAward YayasanKehati LifeatSIG TurnaroundTowardsExcellence GoBeyondNext

♬ original sound – SIG – SIG