Panglima TNI Angkat Suara Soal Danramil Yang Ditembak Oleh OPM

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, meskipun negara Indonesia telah merdeka dan sudah bebas dari penjajahan, tetapi saat ini masih ada beberapa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua atau Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Sebagai informasi bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah sebuah gerakan separatis yang didirikan tahun 1965 yang bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan Papua bagian barat dari pemerintahan Indonesia.

Diketahui, perbuatan OPM sangat meresahkan masyarakat Papua, pasalnya OPM bertindak bebas dan melawan hukum, salah satunya yakni dengan melawan para Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Perbuatan OPM juga dinilai sebagai perbuatan keji dan perbuatan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan Agama.

Bahkan, banyak masyarakat yang menilai bahwa OPM sama sekali tidak mempunyai hati nurani.

Baru-baru ini, warganet juga dihebohkan dengan kabar bahwa terdapat Dandramil 1703-03/ Komopa, Letda Inf Otovians Sugarlay yang ditembak dan dibacok oleh OPM di Pasir Putih, Aradide, Paniai, Papua Tengah, pada Rabu, 10 April 2024.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengklaim bahwa dirinya sangat geram dengan perbuatan keji yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap Dandramil 1703-03/ Komopa, Letda Inf Otovians Sugarlay.

Agus Subiyanto mengatakan, adanya serangan dari OPM tersebut menunjukan bahwa daerah Papua masih belum terbebas dari gangguan-gangguan dan ancaman dari OPM.

Agus Subiyanto juga mengaku bahwa OPM sangatlah keji, pasalnya OPM terus melakukan serangan ketika proses pesemayaman jenazah Letda Inf Otovians Sugarlay setelah berhasil dievakuasi dari TKP penembakan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada awak media di GT Cikampek Utama, pada Senin, 15 April 2024.

Agus Subiyanto menjelaskan, dirinya bingung mengapa OPM terus menyerang dan melawan TNI, padahal TNI dan Polri mempunyai tugas untuk pelaksanaan pengamanan teritorial yang bertujuan mempercepat proses pembangunan.

 

Pelanggaran HAM Berat

Panglima TNI Mutasi 61 Perwira, Ini Daftarnya | Radar Sukabumi

Mabes TNI Mayjen Nugraha Gumilar menjelaskan, tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap Danramil 1703-03/ Komopa, Letda Inf Otovians Sugarlay adalah perbuatan yang sangat keji dan terindikasi melakukan pelanggaran Hak Asai Manusia (HAM) berat.

Nugraha Gumilar mengatakan, awalnya Danramil 1703-03/ Komopa, Letda Inf Otovians Sugarlay sedang mengendarai motor di daerah Paniai, saat sedang berkendara, terdapat beberapa OPM yang sudah mengincar dari balik tumbuhan.

Ketika Danramil 1703-03/ Komopa, Letda Inf Otovians Sugarlay berkendara di depan OPM, saat itu juga OPM langsung menembakan sejumlah peluru ke Otovians Sugarlay.

Saat itu juga, Danramil Otovians Sugarlay langsung terjatuh dari motornya, dan sejumlah OPM langsung datang menghampiri Danramil serta membunuh secara membabi buta menggunakan parangnya.

Mabes TNI Mayjen Nugraha Gumilar mengaku bahwa OPM telah merusak citra perdamaian yang telah di bangun di tanah Papua, dan perbuatan OPM juga berdampak terhadap percepatan pembangunan yang saat ini sedang dibangun oleh pemerintah.

Mabes TNI Mayjen Nugraha Gumilar menjelaskan bahwa Jenazah Danramil Otovians Sugarlay sedang dibawa menuju Nabire rumah keluarganya melalui jalur darat.

Nugraha Gumilar mengumumkan bahwa saat ini situasi dan kondisi di Paniai, Papua sudah kondusif dan sudah dapat dilalui oleh para warga.

Nugraha Gumilar juga menegaskan bahwa saat ini sejumlah aparat keamanan TNI dan Polri sedang bekerja sama untuk mengejar pelaku OPM yang membunuh Danramil Otovians Sugarlay.

COMMENTS

Leave a Comment