Heboh Kejagung Ungkap Kasus Korupsi Emas Antam Sebesar 109 Ton

Berita Terkini – Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan kabar bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) telah berhasil mengusut kasus dugaan korupsi Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) PT Antam sebesar 109 ton emas antam.

Sebagai informasi bahwa dugaan korupsi tersebut telah terjadi sejak tahun 2010-2021, dan baru berhasil terungkap pada tahun 2024 ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, dugaan kasus korupsi Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) PT Antam hampir sama dengan kasus korupsi timah yang sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, dan baru bisa terungkap tahun 2024.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana kepada wartawan pada Selasa, 4 Mei 2024.

Ketut Sumedana menjelaskan bahwa jika kasus dugaan korupsi emas antam ditemukan sejak tahun lalu, maka kerugian negara tidak akan sebesar ini.

Ketut Sumedana mengaku bahwa saat ini penyidik sedang melakukan penyelidikan untuk kasus emas antan tersebut.

Disisi lain, Ketut Sumedana juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan enam orang tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi tata kelola komoditas emas pada tahun 2010 -2022 seberat 109 ton emas antam, dan enam tersangka tersebut merupakan mantan General Manager Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPPLN) PT Antam Tbk.

Berikut informasi mengenai enam tersangka atas dugaan korupsi emas antam:

  • TK selaku GM UBPPLN periode 2010-2011
  • HN periode 2011-2013
  • DM periode 2013-2017
  • AH periode 2017-2019
  • MAA periode 2019-2021
  • ID periode 2021.2022

Para tersangka tersebut selaku mantan General Manager Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPPLN) PT Antam Tbk telah melakukan penyalahgunaan kewenangannya dengan cara melakukan kegiatan secara ilegal terhadap jasa manufaktur yang seharusnya berupa kegiatan peleburan, pemurnian, dan pencetakan logam mulia.

 

Modus Para Pelaku

Pengolahan Emas Antam

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, para tersangka yang juga merupakan mantan General Manager tersebut telah resmi melawan hukum karena dengan sengaja meletakan logam mulia milik perusahaan swasta dengan merek Logam Mulia (LM) Antam.

Ketut Sumedana menjelaskan, para tersangka dengan sadar telah mengetahui bahwa perbuatannya tersebut melawan hukum, tetapi para tersangka tetap tergoda untuk melakukan hal tersebut.

Ketut Sumedana mengaku bahwa sejak tahun 2010-2021 emas merek Antam yang disalahgunakan tersebut telah resmi beredar di pasaran secara bersamaan dengan logam mulia produk PT Antam yang resmi.

Disisi lain, Ketut Sumedana juga menjelaskan bahwa saat ini proses hukum akan terus berjalan untuk para tersangka, dan dirinya berharap agar kejadian serupa seperti kasus Timah dan Antam tidak terjadi lagi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

COMMENTS

Leave a Comment