Yusril Bakal Hadapi Ahok di MK: Alasan Tolak Libur Cuma Akal-akalan

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menolak libur ketika pergelaran kampanye di Pilgub DKI Jakarta 2017 dimulai. Ahok pun mengajukan judicial review Undang-Undang ke MK untuk menghapus aturan wajib cuti bagi calon petahana yang ikut Pilkada.

Ahli hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra sangat siap untuk menghadapi Ahok di MK. Dia bakal ambil bagian sebagai pihak terkait yang menolak gugatan Undang-Undang Pilkada yang diajukan oleh Ahok di MK.

“Saya pertimbangkan untuk maju sebagai pihak terkait pengujian Undang-Undang Pilkada yang diajukan oleh Pak AHok sebagai bakal calon petahana Pilgub DKI di MK. Sebagaimana Pak Ahok, posisi saya sama-sama mempunyai legal standing baik untuk menguji Undang-Undang Pilkada maupun maju sebagai pihak terkait,”tulis Yusril dalam akun media sosial Twitter-nya, @yusrilihza_Mhd, Jumat (12/8/2016).

Menurut Yusril, seorang petahana harus mundur atau libur saat dia maju dalam Pilkada. Hal ini dilakukan supaya keadilan ditegakkan dan kecurangan dijauhkan. Dya percaya, seorang petahana yang tidak berhenti atau libur potensial untuk menyalahgunakan kekuasaan untuk curang dalam Pilkada.

“Saya menentang keras soal itu,”terang dia.

“Pak Ahok seharusnya berani bersaing secara fair, jujur dan adil serta menjauhkan diri dari niat buruk untuk memanfaatkan jabatan,”tegas Yusril.

Yusril akan menolak dan menghadapi argumentasi Ahok di MK dan memohon supaya MK menolak permohonannya demi keadilan dan kepastian hukum. Menurut Yusrilm dalih Ahok untuk tidak ajukan libut ketika kampanye sangat tidak berdasar.

“Alasan dia (Ahok) dia minta supaya pasal cuti dihapuskan lantaran udah bahas APBD merupakan akal-akalan yang tidak punya basis alasan konstitusional,”jelas Yusril.

Yusril pun mengajak warga DKI untuk mendukung Pilkada yang jujur dan adil serti bersih dari segala kecurangan dan pemanfaatan jabatan

Leave a Comment