Waktu PDIP Membandingkan Kemampuan Kinerja Risma Serta Ahok

Beritaterkini.biz – Beritaterkini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum memastikan siapa yang akan diusung sebagai calon gubernur di Pilgub DKI 2017. Terakhir, support pada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menguat di kelompok internal serta orang-orang.

Ketua DPP PDIP Arteria Dahlan menilainya, kemampuan Kerja Risma sesuai sama yang ditetapkan oleh garis partai. Tidak sama dengan Ahok yang dinilai memimpin DKI begitu jauh dengan beberapa cara yang diinginkan oleh PDIP.

” Risma lakukan kontrak politik kebangsaan dengan PDIP, kita mengaplikasikan tujuan tujuan. Bedanya, Risma dalam mengimplementasikannya sesuai sama pengalaman Bambang DH, satu nafas dengan ideologi kepartaian, hingga enak, ” kata Arteria

Dia menyampaikan, dibawah kepemimpinan Risma, rakyat Surabaya jadi tenang. Tak ada ancaman yang dikerjakan pada beberapa birokrat dibawah Pemkot Surabaya.

” Kami tak perlu banyak memberikan keyakinan umum dengan tingkah laku pemerintahan, rakyat telah adem ayem, itu yang mau didatangkan ke DKI, bila cuma menguber maksud terwujud cuma untuk segelintir orang, banyak orang bisa, ” kata Arteria menyindir Ahok.

Disamping itu, Arteria menyatakan, kepemimpinan Ahok jauh dari ideologi PDIP. Menurutnya, PDIP lebih memprioritaskan rakyat dalam soal pembangunan, bukanlah malah memberi karpet merah untuk kapitalis.

” Kepemimpinan Ahok jauh dari ideologi partai, jauh dari pembangunan kerakyatan, jauh untuk pemerintahan yang pro rakyat. PDIP berkuasa bukan sekedar menguber maksud, namun dalam meraih maksud benar-benar berguna serta dirasa hadirnya pemerintah oleh rakyat, bila hanya meraih maksud waktu berkuasa, kebanyakan orang dapat, namun proses nya, ” kata Arteria.

Anggota Komisi II DPR ini menyebutkan, capaian Ahok pimpin Jakarta sampai kini adalah hasil kontrak politik dengan PDIP. Dia minta Ahok janganlah banggakan capaiannya, karenanya yaitu hasil PDIP juga.

” Jadi janganlah terlalu bangga dengan pencapaian yang telah ada di DKI, itukan yang berlangsung di DKI saat ini yaitu kontrak politik PDIP dengan Jokowi-Ahok. Bagaimana akses service umum lebih ramah pada orang-orang, busway banyak bukanlah lantaran ahok, revitalisasi lokasi kumuh itu kan PDIP, ” jelas dia.

( Beritaterkini )

Leave a Comment