Tercatat 64 Masjid, 157 Komplek, dan 11.688 Rumah Hancur Akibat Gempa Pidie Jaya

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan terdapat 64 masjid yang hancur disebabkan gempa bumi di Provinsi Aceh tanggal 7 Desember 2016.

“Tercatat 64 masjid yang rusak diantaranya 31 mengalami kerusakan berat, 3 rusak sedang, dan 15 rusak ringan,” terang Sutopo di Kantor BPNB, Jakarta, Sabtu (10/12/2016).

Selain masjid, gempa Pidie juga meruntuhkan 88 mushola, 157 komplek, 7 lembaga pendidikan dan kebudayaan Aceh, 5 kantor desa, 11.688 rumah, 14.800 meter jalan, serta 55 jembatan.

Sampai saat ini, total pengungsi yang terdapat di tenda penampungan sebesar 11.688 jiwa.

Sutopo juga mengungkapkan, yang dibutuhkan para pengungsi gempa Pidie sekarang ini adalah kebutuhan pangan dan sandang, alat-alat kesehatan, obat-obatan, tenda-tenda untuk fasilitas kesehatan, air bersih, dan susu buat balita.

“Sekarang ini, usaha yang perlu dilakukan sesuai petunjuk dari bapak Presiden Jokowi, BNPB dan pemerintah pusat melakukan pendampingan ke Pemda. Dalam situasi ini mendukung pemda untuk melakukan penanggulangan Bencana Alam,” Sutopo memaparkan.

“Sebanyak 45.329 jiwa mengungsi di dua kabupaten Aceh. Total pengungsi 45.329 jiwa, dimana 43.613 jiwa di Pidie Jaya dan 1.716 di Bireuen,” kata Sutopo.

Baca Juga : Listrik Mati Total di Pidie, Jaringan Telekomunikasi Menggunakan Genset

Namun, menurut dia, informasi yang didapat seringkali fluktuaktif. Biasanya di malam hari jumlah pengungsi terus bertambah. Sementara itu, di pagi hari sampai sore bisa terjadi penurunan.

“Hal itu disebabkan warga pengungsi kembali ke rumah untuk melihat kondisi rumahnya dan melakukan pembersihan. Ada juga yang melanjutkan kegiatan sehari-hari,” tandas Sutopo.

Dan untuk penyaluran dana sampai saat ini masih belum merata. Sebagian besar bantuan masih difokuskan di Kabupaten Pidie Jaya. Sedangkan untuk daerah yang terdampak lainnya seperti Pidie dan Bireuen juga sedang dalam tahap penyaluran untuk proses tanggap darurat ataupun rekonstruksi.

Bantuan juga masih sangat terbatas karena terdapatnya begitu banyak warga yang mengungsi terutama di malam hari. Di Pidie juga tidak ada posko yang dibangun buat pengungsi.

“Semua bantuan terfokus ke Pidie Jaya, padahal di Pidie juga banyak yang mengalami kerusakan parah. Ada lebih dari sembilan rumah yang rusak berat dan 5.000 warga yang mengungsi setiap malam,” ujar dia.

( Berita Terkini )

Leave a Comment