Sirkulasi Rupiah di Perbatasan Bisa Mendongrak Ekonomi

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Bank Indonesia terus berusaha meningkatkan pemakaian rupiah yang siap edar di wilayah perbatasan. Salah satu prosedur yang dilakukan adalah menaikkan program kas keliling.

Cara Bank Indonesia tersebut dinilai cukup positif. Justru dengan menaikkan pemakaian rupiah yang mendukung di wilayah perbatasan, bisa meningkatkan perekonomian di wilayah perbatasan itu.

“Transaksi uang di perbatasan menggunakan dua mata uang. Apabila rupiah semakin banyak beredar, artinya nilai rupiah dapat semakin kuat, tentunya akan meningkatkan ekonomi secara tidak langsung.” ucap Direktur dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati.

Bukan hanya itu, dengan banyaknya masyarakat perbatasan memakai rupiah, tentunya neraca perdagangan di wilayah yang bersangkutan bisa tercatat lebih bagus. Hal ini dapat menjadikan dasar potensi ekonomi di wilayah itu. “Kelihatannya sederhana tapi imbasnya sangat besar,” tegas Enny.

Untuk meningkatkan penguatan pemakaian rupiah di wilayah perbatasan, Bank Indonesia, salah satunya lewat Kantor Perwakilan (KPW) Kalimantan barat akan menambah jumlah kas keliling.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Dwi Suslamanto mengatakan, tahun ini Bank Indonesia KPW Kalbar juga sudah menyiapkan 13 kas keliling pada 13 lokasi berbeda dengan jumlah yang beredar mencapai Rp 29 miliar.

Program kas keliling ini akan terus ditambah. Rencananya di 2017 akan terdapat 15 kali kas keliling dimana beberapa akan dilakukan di wilayah baru yang belum terjangkau. Daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Ketabang.

Bukan hanya mengandalkan kas keliling, Bank Indonesia akan bekerjasama dengan Bank Kalimantan Barat dalam melaksanakan Kas Titipan. Melalui program tersebut maka Indonesia dapat menitipkan sejumlah Rupiah yang layak edar untuk digunakan warga perbatasan.

Selain itu Bank Indonesia juga meningkatkan mutu jaringan dan kapabilitas dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia untuk tingkat provinsi ataupun kota, guna menaikkan value proposition yang ada, terutama dalam melakukan tugas di bidang moneter, makroprudensial, juga sistem pembayaran dn pengelolaan uang rupiah.

( Berita Terkini )

Leave a Comment