Sindiran Keras dan Pedas!! timses Anies ke AHY yang dinilai Tak Kuasai Masalah Jakarta

Beritaterkini.biz – persaingan di Pilgub DKI semakin memanas karena saling kritik program antar pesaing. Tidak hanya dilakukan oleh Pasangan Calon, timses atau tim sukses mereka juga mulai ikut memanaskan situasi kala ini. Salah satunya yaitu seperti yang dilakukan oleh tim sukses paslon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang menyerang AHY ( Agus Harimurti Yudhoyono ).

Belakangan ini konsep kota apung guna meminimalisir banjir yang sempat dilontarkan oleh Agus menjadi bahan empuk bagi kubu Anies-Sandi. Wakil Ketua Tim Kampanye Anies-Sandi, M Taufik, melihat bahwa konsep yang dikatakan oleh Agus itu tidak masuk akal.

“Kota apung juga tuh. Mana ada di dunia kota apung. Pasar apung baru ada,” ujar M. Taufik.

Menurut Taufik, pasangan nomor urut satu itu hanya mendompleng kebesaran nama sang ayah yang sekaligus presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau sering disebut SBY. Padahal Agus ini akan mengemban beban berat atas tugasnya sebagai cagub DKI.

“Sebagai anak presiden dia merasa harus tahu segalanya. Akhirnya jadi beban buat dia,” pungkasnya.

Taufik juga menyindir Agus yang tidak menguasai Masalah di Jakarta. Sehingga tidak heran sama sekali bila Agus tidak mau ikut debat antar kandidat di luar acara KPU DKI, karena kapasitasnya tidak memungkinkan untuk mengikuti debat. Langkah Agus, kata M Taufik, mirip seperti dilakukan Joko Widodo ketika ikut Pilgub DKI 2012 silam.

Baca Juga : Anies dan Sandiaga Contoh Cara Jokowi Lakukan Kampanye di Pilgub DKI

Menurut M. Taufik, bahkan dirinya sampai dipaksa untuk membujuk Jokowi agar mau ikut debat. Karena, saat itu dirinya adalah tim sukses Jokowi-Ahok, yang diusung oleh Partai PDIP dan Partai Gerindra.

Politisi dari Parta Gerindra tersebut menjelaskan bahwa saat itu Jokowi tidak ingin mengikuti debat kandidat karena tidak menguasai sama sekali permasalahan di Jakarta. “Ahok yang minta kepadanya ‘Bang, cuma abang ini yang bisa bujuk’. Saya bertanya memang kenapa? Kata Ahok, Jokowi enggan mengikuti debat,” papar Taufik.

Sementara Ahok, kata Taufik, benar-benar memahami masalah DKI Jakarta dari adiknya yang sekaligus mantan anggota DPRD DKI yang telah terjerat kasus suap reklamasi yaitu M. Sanusi. “Kalau Ahok sudah banyak belajar dia. Ahok belajarnya dari M. Sanusi,” ungkap M. Taufik.

Taufik juga membandingkan Agus dengan calon yang diusungnya, Anies-Sandi. Dia menyebut sosok Anies masih sering mendengarkan pemaparan dari para ahli perkotaan, tidak terkecuali para mantan pejabat yang pernah berada di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempelajari bidang-bidang yang masih belum dikuasainya.

“Anies itu orangnya cerdas. Tetapi dia masih sering tuh panggil pejabat-pejabat DKI Jakarta. Kuliah singkat persoalan teknis yang dia kurang paham,” kata Taufik dengan bangga.

Tidak hanya di media sosial, tingkah Agus pun juga sempat menjadi perhatian saat berkampanye di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada hari Senin, tanggal 02 Januari 2016 lalu. Saat itu, AHY dimintai tanggapan mengenai terbakarnya kapal KM Zahro Express yang telah menelan korban hingga 23 penumpang. Tetapi, bukannya langsung menjawab, Agus malah terlhiat berdiskusi dulu dengan salah satu timnya sebelum akhirnya memberikan jawaban.

Seperti yang kita ketahui, pada dua debat kandidat yang diadakan ditempat yang berbeda sebelumnya, Calon Gubernur Agus Harimurti Yudhoyono ini dan pasangannya Sylviana Murni tidak menghadiri undangan debat antar kandidat tersebut. Akhirnya yang hadir hanya pasangan BTP-Djarot dan Anies-Sandi saja.

( Berita Terkini )

Leave a Comment