Setya Novanto Masih Belum Memikirkan Mengenai Praperadilan Dan Menunjuk Pengacara

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sampai dengan saat ini masih belum memutuskan apakah akan menempuh jalur praperadilan terhubung dengan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Christina Aryani.

Novanto terjerat dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dalam kapasitasnya sebagai Ketua Fraksi Partak Golkar di DPR periode 2009-2014.

“Bapak Setya Novanto sampai saat ini juga belum memikirkan untuk menempuh praperadilan,” ucap Christina melalui keterangan tertulis, Selasa (2/7/2017).

Ia melanjutkan, Novanto sampai dengan saat ini fokus kepada tugas-tugas sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Golkar.

Selain daripada itu, Novanto sampai dengan sekarang ini belum menunjuk siapapun menjadi kuasa hukumnya untuk menghadapi proses hukum di KPK.

“Karena itu, kami berharap Bapak Firman Wijaya maupun pihak-pihak lainnya tidak mengatasnamakan diri sebagai pengacara Bapak Setya Novanto,” ungkapnya.

Novanto merupakan seorang tersangka keempat dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Novanto diduga ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun yang disetujui oleh anggota DPR.

Menurut KPK, Novanto melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong juga mengikuti dan mengondisikan perusahaan yang menjadi pemenang lelang proyek e-KTP. Proyek pengadaan e-KTP dimenangkan oleh konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI).

Konsorsium tersebut terdiri dari Perum PNRI, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo persero), PT LEN Industri (persero), PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra.

Selain daripada itu adapun proses penentuan pemenang lelang tersebut dikoordinasikan oleh Andi Narogong. Nilai kerugian negara diperkirakan mencapai hingga Rp 2,3 triliun.

( Berita Terkini )

Leave a Comment