Bahaya Pemanis Buatan

Beritaterkini.biz, Beritaterkini = Gula kerapkali mendapat reputasi yang buruk sebagai penyebab obesitas, penyakit diabetes, dan juga segudang masalh kesehatan lainnya. Agar menyiasati ini, pemanis buatan digunakan untuk mengganti kandungan gula, sehingga makanan dan juga minuman masih dapat terasa manis tanpa efek negatif gula.

Akan tetapi ternyata, pemanis buatan dapat menjadi lebih buruk apabila dibandingkan dengan gula, studi kesehatan terbaru yang dipresentasikan dikonferensi Experimental Biology, San Diego, AS telah menemukan bahwa pemanis buatan juga mempunyai kaitan dengan obesitas dan juga penyakit diabetes, seperti halnya dengan gula biasa.

Selama tiga minggu, studi tersebut membandingkan efek biologis ditubuh tikus setelah diberi makanan sehari-hari yang tinggi akan glukosa dan juga makanan sehari-hari yang tinggi aspartam atau asesulfam potasium. Mereka yang menemukan bahwa kedua jenis diet ini sama-sama memberi dampak negatif, meskipun dalam cara yang berbeda.

“Kami melihat bahwa mengganti gula dengan pemanis buatan non kalori dapat mengakibatkan perubahan-perubahan negatif dalam metabolisme energi dan juga lemak,” ungkap pimpinan studi Brian Hoffman, seperti yang dikutip dari Sydney Morning Herald.

Studi lainya yang telah dirilis pada bulan lalu oleh George Washington University yang menemukan bahwa penderita obesitas yang mengonsumsi pemanis kalori rendah mengalami kenaikan jumlah gen yang memproduksi lemak. Semakin banyak penderita obesitas tersebut mengonsumsi pemanis kalori rendah, semakin parah dampaknya.

Pemanis buatan juga ternyata dapat mengakibatkan intoleransi glukosa, sesuatu yang dialami para penderita diabetes, berdasarkan studi lain yang dipublikasi dijurnal Nature pada tahun 2014.

Dalam studi tersebut, telah ditemukan bahwa tiga pemanis buatan paling umum adalah aspartam, sukralosa dan juga sakarin menyebabkan kenaikan tingkat gula darah dan juga mengganggu kondisi bakteri didalam perut (disbiosis). Kondisi flora perut yang terganggu ini umumnya sudah ditemukan pada penderita diabetes tipe 2.

Penemuan-penemuan ini telah mendukung penyataan Hoffmann mengenai pemanis buatan yang sama buruknya dengan gula.

“Meskipun pemanis buatan non kalori sudah dipergunakan dalam keseharian kita, masih tetap ada peningkatan drastis dalam tingkat obesitas dan juga diabetes,” ujar Hoffman, seperti yang telah dikutip Earth.

Oleh sebab itu, apabila takut dengan dampak negatif gula, anda tidak perlu untuk repot-repot beralih ke makanan dan juga minuman yang menggunakan pemanis buatan. Lebih baik mengurangi konsumsi makanan dan juga minuman manis secara keseluruhan.

“Fokus dalam menurunkan konsumsi pemanis ataupun pemanis buatan atau tidak, merupakan strategi yang lebih baik dalam menghindari kelebihan berat badan dan obesitas dibandingkan dengan menggunakan pemanis buatan,”ucap seorang profersor ilmu psikologis dan juga neurosains behavioral Susan Swithers.

( Berita Terkini )