Risiko Dibalik Operasi Penurunan Berat Badan

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Tidak sedikit orang Amerika yang alami obesitas (kelebihan berat badan), operasi penurunan berat badan dapat menjadi pilihan alternatif yang cukup membantu. Namun penelitian baru menunjukan, operasi tersebut dapat menimbulkan risiko yang berbahaya.

Risiko operasi ini menyebabkan hilangnya sel darah merah dalam jangka waktu yang panjang. Sebuah penelitian terhadap veteran Amerika Serikat menunjukkan, adanya risiko anemia tertinggi yang terjadi pada 10 tahun kedepan.

Temuan tersebut disampaikan oleh peneliti Dr Dan Eisenberg, seorang ahli bedah bariatrik di Stanford School of Medicine.

Anemia merupakan masalah yang umum terhadap pasien yang telah menjalani bypass lambung. Studi ini menyoroti tingkat keparahan pada pasien, terutama pasien yang tidak mendapat perawatan memadai, seperti yang dilansir dari Health Day, Kamis (21/9/2017).

Adanya penelitian mengenai operasi penurunan berat badan dan risiko terkena anemia menunjukkan, komplikasi saat pembedahan, seperti halnya kekurangan vitamin dan mineral.

Dalam studi baru tersebut, tim Eisenberg melihat hasil dari 74 veteran pria yang lebih tua, berusia rata-rata 51 tahun. Mereka yang melakukan operasi penurunan berat badan, yang dikenal bypass gastro-en-Y.

Tingkat anemia sebelum operasi adalah 20 persen. Kemudian setelah 10 tahun operasi, jumlah veteran yang mengalami anemia meningkat menjadi 47 persen.

Tindak lanjut perawatan sangat penting. Disarankan sebaiknya, pasien berkonsultasi secara rutin dengan dokter. Sementara itu, konsumsi suplemen sesuai resep yang dianjurkan dokter untuk menaikkan jumlah sel darah merah juga perlu dilakukan.

( Berita Terkini )