Qualcomm Berusaha Menjegal Penjualan iPhone Dikarenakan Melanggar Paten Miliknya

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Perseteruan hukum antara Qualcomm dengan Apple tidak kunjung selesai sampai sekarang. Perusahaan yang besar pada bidang pembuat chipset smartphone tersebut masih saja berusaha melawan balik gugatan yang dilayangkan Apple terhadapnya.

Untuk sekarang ini, perlawanan Qualcomm dilakukan dengan cara meminta kepada pemerintah Amerika Serikat untuk memblokir atau menghalangkan penjualan iPhone terbaru. Selain daripada itu, mereka juga menginginkan agar penjualan iPhone yang ada pada saat ini diberhentikan.

Sebagaimana yang telah dilansir dari The Verge, Sabtu (8/7/2017), Qualcomm mengatakan bahwa Apple telah melanggar enam paten miliknya terhubung cara memperpanjang daya tahan baterai smartphone.

Sampai saat ini, Qualcomm dikabarkan sedang mengajukan atau memberikan surat keberatan melalui US International Trade Commission dan US District Court untuk Southern District of California.

“Penemuan Qualcomm ada di dalam setiap iPhone dan telah masuk ke kategori yang melebihi standar seluler. Apple terus saja memakai teknologi Qualcomm tapi menolak membayar lisensi,” ungkap General Counsel untuk Qualcomm Don Rosenberg.

Baca juga : Seperti Inikah Tampilan Kamera Ganda Dari Samsung Galaxy Note 8?

Masalah paten tersebut dapat dikatakan sebagai eskalasi dari ketegangan hubungan kedua perusahaan. Pada saat sebelumnya juga telah dilaporkan bahwa, Qualcomm dan Apple juga telah bertikai mengenai hal lain.

Pertikaian yang terdahulu berkisar pada dugaan monopoli Qualcomm dan kelebihan tagihan yang di bebankan atau diberikan kepada Apple.

Federal Trade Commission sempat mengajukan sebuah gugatan pada Qualcomm terhubung masalah praktek monopoli dalam penjualan modem smartphone. Di saat yang bersamaan, Apple juga mengajukan gugatan serupa.

Apple merasa Qualcomm meminta bayaran yang berlebihan mengenai pemakaian hal paten tertentu. Selain daripada itu raksasa teknologi tersebut juga mengatakan bahwa Qualcomm menyelewengkan posisinya sebagai pemimpin pasar dan menerapkan syarat pakai yang tidak adil.

( Berita Terkini )

Leave a Comment