Pria Jakarta Dikatakan Lebih Pede Melakukan Perawatan Wajah, Ataupun Estetika

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Kesadaran para pria untuk memperbaiki penampilan pada wajah dengan perawatan estetika semakin meningkat. Di Indonesia, pria-pria di Jakarta dan sekitarnya dinilai lebih percaya diri untuk melakukan berbagai perawatan pada kulit.

Menurut dr.Lanny Juniarti, Dipl.AAAM, ahli estetika, target pasar perawatan estetika merupakan orang yang berusia di atas 35 tahun dengan komposisi 85 persennya wanita.

“Namun, kalau di Jakarta komposisi prianya lebih banyak bisa sampai 20 persen. Pria Jakarta lebih open mind terhadap perawatan estetika. Biasanya mereka lebih suka datang ke klinik kami yang berada di mal, mungkin supaya tidak terlalu mencolok,” ucap President Director klinik Miracle ini.

Ia mengungkapkan, pria pada umumnya ingin mempunyai kulit yang kencang dan segar. “Perawatan yang tidak perlu diulang-ulang dan tidak ada masa pemulihan seperti Ultherapy sangat disukai,” ucap dr.Lanny pada saat ditemui di acara perayaan satu juta perawatan Ultherapy yang diadakan oleh Merz Aesthetic di Nusa Dua, Bali (21/7/2017).

Perawatan estetika untuk pria, menurut dr.Adri Dwi Prasetyo, Sp.KK, bukan hanya menyangkut masalah estetika tetapi juga menyangkut performanya. “Kalau pria merasa penampilannya kurang segar dan terlihat capek itu bukan hanya soal penampilan, tapi performanya. Seorang pria harus punya aura maskulin, kalau terlihat loyo, itu membuat mereka terganggu,” ucapnya.

Keluhan pada kulit yang sering diungkapkan oleh pria antara lain kerutan-kerutan di bagian wajah yang ekspresif, contohnya saja di dahi atau di dekat pangkal alis. Selain daripada itu, menurut dr.Adri, pasien pria juga biasanya ingin mengatasi bagian kelopak mata yang turun.

Baca juga : Beberapa Pujian “Sekarang Ini” Yang Ingin Didengar Oleh Wanita

“Untuk bagian kerutan bisa diatasi dengan suntikan botulinum toksin atau perawatan ultrasound. Untuk mengisi cekungan di wajah bisa dilakukan filler. Kalau kelopak matanya sangat turun, perlu dilakukan operasi,” ucap pemilik klinik Rejuva Surabaya ini.

Penampilan dari laki-laki yang ideal, menurut dr.Adri, harus mempunyai sisi maskulin dengan bagian rahang yang lebih menonjol. “Walau ada kerutan-kerutannya tapi kalau terlihat maskulin menurut saya itu lebih baik dari pada seperti pretty boy ala Korea Selatan. Tapi, banyak juga pria metroseksual yang sukanya seperti cowok-cowo Korea itu,” ucapnya.

Apabila dilihat secara umum, pria sangat takut ketahuan melakukan tindakan estetika. Itu sebabnya biasanya dokter akan melakukan tindakan secara bertahap sampai-sampai hasilnya tidak memberi perbedaan penampilan yang terlalu mencolok.

“Pasien yang datang ke klinik estetika sangat bermacam-macam, ada yang punya problem spesifik dan mengarahkan dokternya, ada juga yang datang tapi tidak tahu maunya apa. Komunikasi dokter dan pasien adalah kuncinya agar tindakan yang dilakukan memberi manfaat yang baik dan tidak menimbulkan komplikasi,” ucapnya.

( Berita Terkini )

Leave a Comment