Pertarungan Makin Sengit, MotoGP 2017 Terapkan 3 Metode Teknis Baru

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Pertarungan antar pembalap di setiap lomba Kejuaraan Dunia Balap MotoGP, kelihatannya akan semakin seru dan terbuka pada 2017. Mengapa? Sebab Dorna Sport selaku pengelola komersial kompetisi ini, sudah merilis tiga aturan teknis baru terkait ban.

Metode tersebut dipublikasikan pada Kamis (22/12/2016) dalam rapat internal Komisi Grand Prix di Madrid, Spanyol. Seperti dikutip situs resmi MotoGP, rapat ini dihadiri Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna), Ignacio Verneda (FIM), Herve Poncharal (IRTA), dan Takanao Tsubouchi (MSMA), dengan sekretaris Mike Trimby.

Selanjutnya kami sebutkan hasil tiga aturan baru teknis untuk ban di MotoGP 2017, selain dari keputusan Michelin sebelumnya beberapa hari lalu yang tidak lagi menggunakan ban intermediate.

1.Deteksi otomatis jenis ban
Bekerjasama dengan Michelin dan setiap tim pabrikan untuk jenis kelas bergengsi (MotoGP), sistem baru akan diterapkan untuk memungkinkan deteksi otomatis dari jenis kompon ban yang dipakai oleh pembalap. Pengumuman ini akan tersedia buat semua pembalap dan tim, serta untuk televisi.

Deteksi penggunaan kompon ban yang dipakai bagi setiap pembalap di lintasan, akan dilakukan oleh sebuah teknologi nirkabel. Pengumuman ini akan diarahkan ke ECU terpadu, selanjutnya diteruskan ke pelaporan sistem waktu pada lintasan melalui versi terbaru dari perangkat lunak terpadu.

2.Penambahan jumlah ban
Dalam mengatasi situasi handicap yang dirasakan oleh dua pembalap yang lolos dari sesi kualifikasi I. Mereka bisa mendapat tambahan ban belakang slick berkompon soft di sesi kualifikasi II. Sedang untuk jumlah total ban yang tersedia bagi setiap pembalap tetap tidak berubah.

3.Lampiran
Dalam pengumuman yang dijelaskan pada keputusan dari Madrid Grants Commission tanggal 2 Desember 2016. Disebutkan bahwa jumlah maksimum ban basah dan kering tidak akan berubah, itu tidak benar. Mulai 2017, jumlah maksimum ban basah yang ada bagi setiap pembalap adalah 5 untuk ban depan dan 6 untuk ban belakang. (Direktur lomba juga bisa menyetujui penambahan untuk ban depan dan belakang saat semua sesi latihan bebas dan kualifikasi dilakukan saat situasi basah).

Baca Juga : Jorge Lorenzo : Ducati Setangguh Ferrari di MotoGP

*Kesimpulan

1.Mulai 2017, setiap tim dan pembalap akan mengetahui kompon ban apa yang sedang dipakai oleh rival pembalap. Oleh sebab itu, setelah membandingkan catatan waktu satu sama lain di sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga pemanasan, semakin mengetahui kompon ban apa yang tepat bagi mereka gunakan di lomba.

2.Sebelum 2017, dua pembalap yang lolos dari babak kualifikasi (BK), selalu kehabisan stok ban slick kompon soft (BSKS) di BK II. Sebab mereka telah habis-habisan menggunakan stok BSKS untuk mencatat rekor tercepat di BK I. Jika mereka lolos ke BK II dan kehabisan stok BSKS baru, mereka cuma menggunakan BSKS sisa dari perjuangan mereka di BK I, dimana tidak akan maksimal mencatat rekor tercepat di BK II. Bagian penambahan jumlah BSKS buat 2 pembalap yang lolos dari BK I ke BK II pastinya disambut gembira.

( Berita Terkini )

Leave a Comment