Penjelasan Wali Kota Serang Soal Perda Razia Warung Makan Oleh Satpol PP

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Kegiatan Satpol PP Kota Serang merazi warung makan yang buka di siang hari saat Ramadan, sepenuhnya dalam rangka menjalankan Peraturan Daerah (Perda). Lantas apa alasan Perda itu disusun?

“Dasarnya Perda tahun 2010, dan seluruh alim ulama beserta MUI dan Kemenag Kota Serang (menandatangani) ederan pemberitahuan keterkaitan kita menghormati umat beragama dengan siapa pun untuk saling menjaga bulan Ramadan,”kata Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman, Minggu (12/6/2016).

Perda dimaksud Perda Nomor 2 tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat dan Razia, juga Surat Edaran Wali Kota Serang tahun 2016 tentang pemberitahuan bersama menyambut Bulan Suci Ramadan. Isinya rumah makan diperbolehkan buka pukul 16.00 WIB.

“Pemberitahuan itu supaya warung makan, restoran, atau apa pun yang menjual makan di siang hari tutup dan sore buka untuk persiapan buka puasa,”terang Wali Kota Serang.

Jaman menjelaskan, Perda itu telah berlaku lama sejak tahun 2010 lalu dan menjadi kesepakatan bersama antar Pembkot, Kemenag dan MUI. Dia juga menegaskan Kota Serang punya kebijaksaan lokal soal menghargai suasana bulan suci Ramadan.

“Dari dulu kita menjaga ke kebijaksaan lokal budaya di kita untuk saling memahami,”tegasnya.

Soal razia yang kemudian jadi sorotan, Jaman menurutkan Satpol PP telah benar melaksanakan Perda. Bahkan peringatan dan teguran telah diberikan. Surat edaran itu turut ditempel di warung makan termasuk warung Ibu Saeni yang ternyata emnuai simpati.

“Saya sayangkan ada salah prosedur pengangkutan barang-barang dagangan, itu saja,”ucap politisi Golkar ini.

Leave a Comment