Orang Kaya Tidak Akan Bisa Lari Dari Pajak, Jika Memakai SIstem Ini

Beritaterkini.bizBeritaTerkini ,Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan ditargetkan menguber penerimaan PPh Pasal 25 serta Pasal 29 dari Harus Pajak Orang Pribadi Non Karyawan sebesar Rp 18 triliun-Rp 20 triliun sampai akhir tahun ini.

Aplikasi Geo Tagging bakal menolong petugas pajak mengidentifikasi beberapa orang kaya yang sampai kini belum pernah membayar pajak atau menyetor pajak dengan cara tak benar.

Direktur Penyuluhan, Pelayananan, serta Jalinan Orang-orang Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama mengungkap, realisasi penerimaan pajak dari PPh Pasal 25 serta 29 sampai Mei ini sebesar Rp 8, 2 triliun.

Pencapaian itu naik penting dari realisasi periode sama tahun lantas yang cuma sebesar Rp 3, 4 triliun.

“Nilai ini begitu kecil lantaran potensi penerimaan pajak dari PPh Pasal 25 serta 29 begitu besar, mereka Harus Pajak Orang Pribadi Non Karyawan yang miliki usaha. Maka dari itu, Pak Menteri Keuangan membidik penerimaan PPh Pasal 25 serta 29 naik Rp 18 triliun-Rp 20 triliun tahun ini, ” tutur Yoga

Buat menguber tujuan itu, dia menuturkan, Ditjen Pajak bakal memetakan titik-titik tempat yang memiliki potensi penerimaan pajak lewat aplikasi Geo Tagging.

Semua pegawai Ditjen Pajak dibekali aplikasi itu lantaran langsung tersambung dengan system Ditjen Pajak. Manfaatnya menyisir Harus Pajak Orang Pribadi yang mempunyai usaha bebas.

“Kita petakan beberapa orang kaya melalui system Geo Tagging. Ini yaitu usaha ekstensifikasi kita, yang miliki usaha atau beberapa toko besar, itu kan tentu orang kaya, kita susuri, ” tegasnya.

Yoga memberikan, system Geo Tagging bakal membidik titik-titik satu usaha berdiri. Sesudah usai, Ditjen Pajak bakal lakukan pencocokkan data apakah si yang memiliki memiliki Nomer Pokok Harus Pajak (NPWP) atau belum, apakah telah membayar pajak atau belum. Bila telah menyetor pajak, benarkah dan sama sesuai atau tak.

“Banyak orang kaya tak miliki NPWP. Nah kelak kita suruh buat NPWP, lantas membayar pajak. Apabila ada yang udah mempunyai NPWP serta membayar pajak, kalau tidak pas dengan data, suruh bayar kekurangan pajaknya. Dengan system ini, tak ada yang dapat terlepas dari penilaian kita, lantaran ekstensifikasi telah semakin bagus saat ini, ” tegas Yoga.

Dia mengharapkan, dengan usaha itu serta ekstensifikasi yang lain, Ditjen Pajak dapat meraih tujuan penerimaan pajak dari PPh Pasal 25 serta 29 yang dibanderol paling kecil Rp 18 triliun. “Kita mesti optimistis lantaran potensinya ada, ” ujarnya.

( Beritaterkini ) 

Leave a Comment