Operasi Pembesaran Kelopak Mata Membuat Seseorang Lebih Percaya Diri

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Kelopak mata yang tidak simetris maupun kulit yang diatasnya berlebih hingga menggantung, bukan hanya membuat penampilan terlihat lelah dan kurang segar, akan tetapi juga bisa mengganggu pandangan penglihatan.

Tampilan kelopak mata yang kurang sempurna itu dapat dikoreksi dengan melakukan operasi blepharoplasty. Operasi ini lebih dikenal dengan tindakan untuk membesarkan kelopak mata pada orang ras oriental yang tidak memiliki lipatan kelopak mata.

dr.Yunia Irawati, spesialis mata mengungkapkan, blepharoplasty yang bertujuan untuk membentuk kelopak mata pada mata yang sipit biasanya dilakukan pada orang yang berusia 20an

Sementara itu, pembesaran kelopak mata juga dapat dilakukan pada usia yang jauh lebih muda, misalnya pada usia balita apabila fungsi penglihatan terganggu.

“Terkadang single eye lid membuat posisi bulu mata turun ke bawah dan mengenai bola mata. Akibatnya anak akan sering mengucek-ngucek mata sehingga mata menjadi berair dan merah. Jika dibiarkan kornea mata dapat melukai kornea,” ucapnya.

Selain daripada itu, blepharoplasty pada orang yang berusia pertengahan kebanyakan dipicu oleh faktor penuaan sampai-sampai kulit mengendur dan kelopak mata menggantung menutupi tepi kelopak mata atau dalam bahasa medis dikatakan dermatochalasis.

Keluhan tersebut kebanyakan dimiliki oleh orang berusia 50-an tahun. “Namun pada orang yang memang tidak ada lipatan kelopak mata, dermatochalasis bisa terjadi di usia lebih awal,” ungkap staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Kondisi lain yang dapat dikoreksi dengan operasi ini merupakan terbentuknya kantung mata bawah, penebalan otot di kelopak mata bawah atau hilangnya tonus kulit kelopak mata yang membuat mata sering bengkak atau alergi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan prosedur ini di salon-salon kecantikan karena beresiko komplikasi.

Di rumah sakit, blepharoplasty dapat dilakukan menggunakan bius lokal. Dokter akan menggunakan pisau bedah untuk membuat sayatan kecil dan membuang jaringan lemak.

Hal yang mungkin terjadi saat melakukan operasi antara lain perdarahan, gangguan pergerakan pada kelopak mata, selaput mata terisi cairan, sampai dengan bulu mata rontok. Menurut Yunia, walau risiko komplikasi kecil, akan tetapi tindakan operasi di rumah sakit mempunyai standar untuk mencegah komplikasi. Setelah operasi, pasien tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

( Berita Terkini )

Leave a Comment