Novanto Akan Mendatangkan Ahli Pidana Dan Administrasi Negara Dalam Sidang Praperadilan

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Sidang praperadilan pada hari keempat yang diajukan Ketua DPR RI Setya Novanto menjadwalkan untuk mendengar keterangan ahli dari pihak pemohon. Rencananya, tim pengacara Novanto akan mendatangkan empat sampai lima ahli hukum dalam sidang hari ini, Selasa (26/9/2017).

“Mungkin lebih dari empat, lima (ahli),” ucap pengacara Novanto, Ketut Mulya Arsana.

Ketut sendiri tidak membocorkan siapa hali yang akan didatangkan. Dia hanya mengatakan, yang jelas para ahli tersebut mempunyai kompetensi di bidang hukum pidana administrasi negara.

“Akademisi karena kita akan uji dari sisi teori. Yang pasti pakar hukum pidana, administrasi negara,” ucap Ketut.

Pada sidang sebelumnya, baik untuk pihak Novanto maupun KPK sudah memperlihatkan barang bukti kepada hakim tunggal praperadilan Capi Iskandar. Setya Novanto mengajukan gugatan pada praperadilan atas penetapan tersangka oleh KPK pada kasus korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

KPK menetapkan dia sebagai tersangka pada 17 Juli 2017 lalu. Ketua Umum Partai Golkar itu diduga telah menguntungkan diri ataupun orang lain atau korporasi dan dirinya telah menyalahgunakan kewenangan dan jabatannya, dalam kasus e-KTP.

Novanto saat menjabat menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR diduga telah ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR. Sementara itu, Novanto diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP. Bersamaan dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Novanto diduga ikut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun.

( Berita Terkini )