Menkes Angkat Bicara Soal Vaksin Booster

Berita Terkini – Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, angkat bicara mengenai vaksin booster atau vaksin dosis ketiga.

Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, saat ini vaksin booster Covid-19 hanya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, karena mereka yang paling rentan untuk terjangkit virus.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa vaksin booster akan diberikan ke masyarakat umum di tahun depan, tepatnya pada tahun 2022.

“Di Januari (2002) sudah selesai semua, di awal tahun depan kita sudah mulai suntikan ketiga (booster),” ujar Budi.

Budi mengatakan, kemungkinan besar vaksin booster untuk masyarakat umum akan berbayar atau dikenakan biaya.

Namun, bagi masyarakat yang menerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan tidak perlu membayar karena ditanggung negara.

Harga vaksin booster di Indonesia

Harga vaksin booster atau vaksin dosis ketiga untuk masyarakat Indonesia dipatok sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000.

Budi menyampaikan, vaksin jenis apapun yang tersedia di Indonesia akan digelar secara terbuka.

Masyarakat Indonesia bebas untuk memilih vaksin janis apapun.

“Akan terbuka dengan vaksin yang masuk sehingga rakyat mendapatkan booster bisa memilih, yang PBI kita bisa lakukan subsidinya melalui BPJS (Kesehatan),” ujar Budi.

Budi menegaskan, vaksin booster atau vaksin dosis ketiga ini sudah diuji klinis, dan terbukti melindungi serta meningkatkan imun bgai penerimanya.

Disisi lain World Health Organization (WHO), kurang menyetujui adanya vaksin booster atau vaksin dosis ketiga Covid-19 ini, karena penyebaran vaksin Covid-19 didunia belum seluruhnya merata, WHO berharap agar memprioritaskan daerah yang belum menerima vaksin sama sekali.

“Di Indonesia baru sampai saat ini 58 juta beruntung mendapatkan untuk suntikan pertama sekitar 30 juta suntikan kedua. Dengan jumlah vaksin terbatas lebih pas diberikan kepada teman-teman yang belum mendapatkan suntikan pertama,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto, mengatakan ia juga kurang setuju adanya vaksin booster atau vaksin dosis ketiga ini, menurutnya seiring berjalannya waktu pasti efikasi vaksin Covid-19 akan menurun.

“Perlu kami sampaikan sesuai analisa 6-12 bulan sudah harus dilakukan booster harus diantisipasi kecepatan vaksin tidak tercapai,” ujar Slamet.