Mengalami Sakit Serius, Novanto Didesak Mundur Dari Jabatannya

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Direktur Eksekutif Koalisi Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia Syamsudin Alamsyah menyarankan sebaiknya agar Ketua DPR Setya Novanto mundur dari jabatannya.

Dengan kondisi kesehatan Novanto yang sekarang ini, menurut Syamsuddin, tidak memungkinkan bagi Ketua Umum Partai Golkar itu untuk menjalani sejumlah tugas kedewanan seperti pengawasan, legislasi, dan penganggaran.

Oleh sebab itu, ia menyarankan sebaiknya agar jabatan Ketua DPR diberikan kepada sosok yang mumpuni secara fisik untuk menjalankan tugas-tugas sebagai pimpinan Dewan.

“Buktinya juga di KPK sudah dua kali dipanggil untuk diperiksa, malah tidak hadir. Yang datang malah koleganya saja. Dan menginfokan justru penyakit bertambah,” kata Syam melalui pesan singkat, Selasa (19/9/2017) pagi.

Ia mengungkapkan, kerja-kerja di DPR pasti akan terganggu apabila Novanto memaksakan tetap pada tugas dan tanggung jawabnya.

“Setnov (Setya Novanto) juga terhubung dengan kondisi kesehatannya sendiri selama ini yang dipandang sudah tidak dapat maksimal menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Bahkan sekarang ini terserang penyakit vartigo dan jantung,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan mengenai kondisi kesehatan Novanto menurun saat hendak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Pada panggilan kepada pertama, Novanto tidak datang dengan alasan vertigo. Sedangkan pada panggilan kedua jantung Novanto bermasalah dan harus menjalani operasi kateterisasi.

Dari internal Golkar, desakan mundur dari jabatan ketua umum juga muncul. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Idrus Marham mengungkapkan bahwa ia tidak setuju apabila Setya Novanto harus melepaskan jabatannya.

Idrus mengungkapkan bahwa tidak semua orang yang kondisi kesehatannya terganggu langsung harus melepaskan jabatannya. Apalagi sekarang ini, Novanto sedang menjalani pengobatan.

( Berita Terkini )