Mendikbud Larang Ada Aksi Kekerasan Pada Hari Pertama Sekolah

Beritaterkini.biz – Berita Terkini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memberi amanah kepada masyarakat untuk melapor jika menemukan aksi kekerasan atau perpeloncoan di sekolah.

Apalagi, jika tindakan tersebut terjadi pada saat hari pertama masuk sekolah. “Kita berharap masyarakat berhenti diam dan mendiamkan,” ungkap Anies di Kompleks Kemdikbud, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Anis menyebutkan bahwa masyarakat dapat melaporkan aksi kekerasan di yang terjadi di sekolah dengan menghubungi nomor telepon 0811976929 atau 021-59703020. dan Identitas pelapor dilindungi.

Anies bercerita ia sempat bertanya kepada salah satu kepala sekolah mengenai kekerasan yang terjadi saat hari pertama masuk sekolah.

Lalu, ia mendapat jawaban bahwa kekerasan tersebut telah terbiasa dilakukan sejak dulu. Jawaban itu membuat Anies kecewa. Dia bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap kepala sekolah yang tak bertindak dengan kekerasan di sekolah.

“Sanksi dari mulai teguran sampai dengan pemberhentian. Intinya adalah kami tidak akan memaafkan pelanggaran disaat awal anak belajar. Kita bertindak bukan dari kebiasaan tapi dari peraturan,” ujar Anies.

Pencegahan kekerasan di sekolah diatur Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah.

Salah satu yang paling mudah dapat dilihat, kata Anies adalah banner pengumuman sekolah bebas kekerasan.

“Sekolah wajib pasang banner ukuran 120×80 cm ini. Jika terjadi kekerasan bisa dilaporkan dan Identitas pelapor akan dilindungi,” tegas Anies.

Leave a Comment