Marinir Meksiko Menewaskan 8 Tersangka Pengedar Narkoba Dalam Baku Tembak Antara Keduanya

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Marinir Meksiko menewaskan delapan tersangka pengedar narkoba pada baku tembak yang terjadi di ibu kota Mexico City. Kemudian para anggota geng langsung membalasnya dengan membakar kendaraan-kendaraan.

Pasukan Marinir menewaskan para tersangka tersebut, termasuk didalamnya seorang gembong narkoba dalam penyerbuan di kawasan Tlahuac, bagian timur Mexico City.

“Felipe de Jesus ‘N’ adalah kepala sebuah organisasi kriminal yang sangat bengis yang beroperasi di Mexico City bagian timur,” demikian statemen Angkatan Laut Meksiko mengenai pengedar narkoba yang dijuluki dengan sebutan “El Ojos” (“The Eyes”), seperti yang dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/7/2017).

Dalam baku tembak yang terjadi pada Kamis (20/7) waktu setempat itu, ratusan polisi dan tentara diperintahkan ke Tlahuac dengan menggunakan van-van dan kendaraan yang berlapis baja. Sebuah helikopter militer pun terbang berputar-putar di atas, memberikan informasi udara. Akan tetapi sekelompok pengendara motor tidak dikenal melintasi jalanan dengan kecepatan tinggi sampai dengan menimbulkan kekacauan.

Stasiun televisi lokal menayangkan rekaman gambar mengenai delapan pengendara motor yang mengepung sebuah bus kecil dan memaksa sopir dan para penumpangnya untuk keluar dari bus. Para penyerang tersebut kemudian membakar bus tersebut.

Kejadian baku tembak seperti ini terbilang langka di Mexico City. Baku tembak antara aparat keamanan dan para penjahat sering terjadi di tempat-tempat seperti negara bagian Sinaloa di Meksiko barat atau mungkin negara bagian Tamaulipas dan Chihuahua di Meksiko utara, di mana kartel-kartel narkoba beroperasi.

Akan tetapi Mexico City selama ini bebas dari baku tembak seperti itu. Wali Kota Mexico City, Miguel Angel Mancera telah berulang kali mengungkapkan bahwa kartel-kartel besar narkoba tidak beroperasi di ibu kota Meksiko itu.

Kepada media Televisa TV, Mancera menyebutkan bahwa penyerbuan polisi dan tentara ke Tlahuac tersebut telah direncanakan selama lebih dari tujuh bulan. Menurut pendapat dari Mancera, geng kriminal yang menjadi target penyerangan tersebut tidak berada dalam satu kelompok dengan kartel-kartel yang lebih besar.

“Namun itu tidak berarti bahwa mereka tidak berbahaya dan bahwa mereka tidak bengis,” ucapnya.

( Berita Terkini )

Leave a Comment