Majukan Kawasan Timur Indonesia (KTI), Pengusaha Puji Pemerintahan Jokowi-JK

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkomentar perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk kawasan Timur Indonesia (KTI) sepanjang tahun 2016. Kadin menilai, tahun ini adalah tahun perhatian pemerintah pusat terbesar sepanjang sejarah republik berdiri.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia Andi Rukman Karumpa.”Tahun ini merupakan tahun perhatian yang cukup besar dari pemerintah pusat untuk KTI, dapat dikatakan ini tahun terbesar sepanjang sejarah republik berdiri,” kata Andi dalam keterangannya, Minggu (01/01/2017).

Dia mengatakan, hal tersebut dapat dilihat dari langkah Presiden dan Wapres yang melakukan lawatan puluhan kali ke KTI. Bahkan, ke Provinsi paling timur Papua, Presiden telah melawat selama dua kali.

Presiden juga telah menetapkan kebijakan satu harga untuk bensin di Papua tahun ini.”BBM (Bahan Bakar Minyak) adalah komoditas termahal di Papua. Tahun ini harga termahal tersebut berakhir. Ini sebuah keberanian karena kalau tunggu infrastruktur selesai baru menurunkan harga, sampai kiamat harga BBM di Papua tetap akan tinggi sekali,” kata dia.

Andi pun memuji kebijakan pemerintah yang memajukan Komando Daerah Militer (Kodam) Cendrawasih di Papua dan Kodam Wirabuana di Sulawesi.

Kodam tersebut bertambah menjadi Kodam Kasuari dan dikomandoi oleh putra asli Papua di wilayah Papua Barat dan Kodam Merdeka di Sulawesi Utara.

Tahun ini juga Pemerintah memperlancar pembangunan sebanyak 187 kawasan perbatasan dimulai dari Pulau Rondo sampai NTT, termasuk di Skouw, Kota Jayapura, Papua. Bahkan sejumlah Pos Lintas Batas Negara sudah diresmikan tahun ini.

Untuk sektor perhubungan, pemerintah pusat juga sudah menyelesaikan dan meresmikan sejumlah bandara di Papua dan Sulawesi, memperlancar pengembangan jalan trans Papua, pembukaan lahan sawah baru di Sulawesi dan Kalimantan, mempercepat pembangunan rel kereta api Sulawesi, serta peresmian sejumlah pembangkit listrik.

Dia memperjelas, tahun tersebut adalah tahun pengembangan infrastruktur untuk KTI.

Karena itu, dia menambahkan, tahun 2017 bisa menjadi tahun pertumbuhan ekonomi bagi KTI. “Infrastruktur mulai dibangun, tentunya bisa berdampak bagi pertumbuhan. Semoga biaya logistik menurun, proses mempercepat ekonomi juga semakin baik di KTI,” pungkas Andi.

Andi mengatakan, guna menjaga pertumbuhan ekonomi di KTI pemerintah mesti mendorong percepat proyek-proyek infrastruktur. Sebabnya sebagian besar proyek konstruksi, yang berkontribusi besar untuk perekonomian, berasal dari pembangunan infrastruktur.

Belanja infrastruktur pemerintah yang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 mencapai Rp 313,5 triliun, tumbuh 7,99 persen dibanding tahun lewat. Tahun depan pemerintah sudah mengalokasikan sebesar Rp 387,5 triliun.”Sebagian besar anggaran tersebut untuk infrastruktur di luar Pulau Jawa,” tandas dia.

( Berita Terkini )

Leave a Comment