Mahfud Aniaya Bocah 5 Tahun Karena Emosi Di Ganggu Saat Main Game Di Warnet

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Mahfud Effendi, seseorang kuli bangunan sering main game on-line selesai nenggak pil koplo. Dalam keadaan mabuk pil setan, pemuda 30 tahun, warga Bendul Merisi Selatan, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur ini dapat sukai nenteng golok waktu bermain di warnet.

Bila telah begitu, Mahfud tidak dapat di ajak bercanda. Dia tidak segan berikan pelajaran siapa saja yang mengganggunya. Anak kecil meskipun, dia tidak perduli.

Misalnya, FA. Bocah lima tahun yang sering bermain di warnet sekitaran Jalan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo ini jadi korbannya. Waktu ngisengin Mahfud yang asyik main game di warnet itu, FA ‘dihadiahi’ empat sundutan rokok di ke-2 kakinya.

Akibat momen itu, korban trauma serta tidak ingin bicara. Orangtuanya kuatir, lantas membawa anaknya ke psikiater. Sesudah mendapatkan info penyebab trauma korban, si orang-tua segera melapor ke polisi.

” Setelah mendapatkan laporan ini, kita lakukan tindak lanjut serta menangkap tersangka di satu diantara warnet di Jalan Bendul Merisi. Waktu itu tersangka tengah main game on-line, ” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya,

Tersangka juga di ketahui maniak game on-line. Sehari-hari, pekerja kuli bangunan ini menggunakan Rp 20 ribu untuk main game on-line. Dengan jumlah duit itu, dia dapat bermain sepanjang 10 jam walau dalam kendali pil gedeg.

” Nah, waktu tersangka tengah asyik main game on-line berikut, diganggu korban serta geram. Lantas menyundutkan rokoknya ke kaki korban. Dari hasil visum, ada dua sundutan di kaki kiri segi bawah lutut serta dua di kaki kanan segi bawah lutut, ” tutur Shinto.

Sementara waktu di tangkap anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya, tersangka juga kedapatan membawa senjata tajam (sajam) type golok yang diselipkan di pinggangnya. Dari pengakuannya, golok itu dipinjamnya dari Boncel, teman tersangka untuk berjaga-jaga.

Pernyataan tersangka, lanjut Shinto, dia habis berkelahi dengan seseorang waktu malam tahun baru tempo hari.

” Hingga dia meminjamnya (sajam) dari seseorang temannya untuk dibawa waktu tersangka keluar rumah. Termasuk juga waktu main game on-line di warnet, ” sambung perwira dua melati di pundak ini.

Waktu di kantor polisi, tersangka juga melakukan tes urine. ” Serta akhirnya positif. Tersangka ini mengaku, sehari-hari dia selalu meminum lima butir pil koplo yang didapat dari temannya. Waktu menganiaya korban, tersangka ini juga masihlah dalam dampak pil kopolo itu, ” katanya.

Dihadapan polisi, tersangka mengakui jengkel pada korban. Terkecuali kerap kalah dalam permainan on-line, korban sering mengganggunya. Sehinga konsentrasinya terganggu.

” Dia kerap ganggu saya. Lantaran jengkel kakinya saya sundut rokok agar tidak bertingkah lagi, ” akunya.

Setelah itu, selain bakal dijerat pasal mengenai perlindungan anak, tersangka juga dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomer 12/1951, mengenai senjata tajam.

” Untuk masalah narkoba, yang waktu kita kerjakan tes urine nyatanya positif, masalah tersangka bakal diakukan Unit Reskoba, ” tandas Shinto.

( Beritaterkini )

Leave a Comment