Mahasiswa Melakukan Bom Bunuh Diri Di Medan, Melukai 6

Beritaterkini.biz – Seorang mahasiswa melakukan bom bunuh diri meledakkan dirinya di kantor polisi yang sibuk di Medan pada hari Rabu (13/11). Bom bunuh diri ini melukai setidaknya enam orang.

Serangan itu terjadi selama penumpasan kontraterorisme. Ketika pihak berwenang waspada terhadap kemungkinan serangan terhadap polisi dan tempat-tempat ibadah menyusul serangan militan bulan lalu.

Juru bicara Kepolisian Nasional Muhammad Iqbal mengatakan pria itu melewati sebuah pos jaga dan masuk ke halaman stasiun. Saat itu, tempat itu sedang penuh dengan orang-orang yang mengantri untuk mendapatkan berbagai sertifikat polisi.

Penyerang itu meledakkan bahan peledaknya dan tewas di dekat tempat parkir setelah dikonfrontasi oleh petugas lainnya, melukai setidaknya empat polisi dan dua warga sipil. Mereka dilarikan ke rumah sakit polisi terdekat, kebanyakan dengan luka ringan.

Juru bicara kepolisian lainnya, Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa penyerang, yang diidentifikasi sebagai Rabbial Muslim Nasution. Tampaknya berusaha mencapai kantin di mana polisi dan warga sipil minum kopi atau sarapan, tetapi bahan peledaknya meledak sebelum waktunya.

Prasetyo mengatakan bahwa prosedur keamanan telah diterapkan untuk menerima pengunjung ke kantor polisi. Prasetyo mengatakan penyerang mengatakan kepada petugas bahwa dia berada di stasiun untuk mendapatkan sertifikat yang dia perlukan untuk melamar pekerjaan.

Dia mengatakan penyerang berhasil melewati polisi dua kali memeriksa tasnya. Isinya hanya berisi buku, dan telah membuka jaketnya untuk diperiksa. Dia mengatakan peledak itu pasti ada di balik kemejanya.

Dia mengatakan bahwa polisi masih menyelidiki apakah mahasiswa berusia 24 tahun itu terkait dengan afiliasi Jemaah Anshorut Daulah. Mereka juga menyelidiki apakah ia hanya seorang penyerang independen.

Sebuah video kamera keamanan dari serangan itu menunjukkan penyerang mengenakan ransel dan jaket dinas naik-turun lokal berjalan di dekat tempat parkir. Tak lama setelah itu, terdengar ledakan.

Serangan itu terjadi ketika pasukan kontraterorisme Indonesia bekerja untuk membasmi tersangka militan ISIS setelah serangan bulan lalu oleh pasangan militan yang memegang pisau yang melukai Wiranto.

Baca Juga: Peringatan Frank Lampard Kepada Manchester United

“Lebih dari 40 tersangka telah ditahan oleh Densus 88, di beberapa provinsi, termasuk yang ditangkap pada hari Selasa,” kata Prasetyo. Penyisiran tersebut mengikuti informasi tentang kemungkinan serangan terhadap polisi dan tempat-tempat ibadah di beberapa daerah.

Presiden Joko Widodo menyesali serangan ini dan mengatakan pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk terorisme.

“Para pelaku atau kelompok teroris akan terus dikejar, ditangkap dan diadili. Pemerintah akan menjamin perlindungan keamanan sebaik mungkin bagi semua orang,” ujarnya.

Indonesia telah memerangi gerilyawan sejak pemboman di pulau wisata Bali pada tahun 2002 menewaskan 202 orang, sebagian besar turis asing. Serangan-serangan yang ditujukan kepada orang asing sebagian besar telah digantikan dalam beberapa tahun terakhir oleh serangan-serangan yang lebih kecil dan tidak mematikan yang menargetkan pemerintah, terutama polisi dan pasukan anti-terorisme dan “orang-orang kafir.”