Alasan Kenapa Banyak Politisi Wanita Berambut Pendek

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Sadarkah anda apabila sebagian besar dari politisi wanita memilih potongan rambut yang pendek? Mulai dari senator asal Amerika Serikat Hillary Clinton, kanselir Jerman Angela Merkel, sampai menteri keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani sudah memangkas rambut mereka diatas pundak.

Seperti yang dilansir oleh Rice Media, Vogue menyebutkan bahwa gaya rambut seperti ini sebagai pob. Bukan posh bobs yang telah dipopulerkan oleh Victoria Beckham, namun kependekan dari political bob.

Pob memang sengaja dipilih oleh para politisi wanita dikarenakan memberikan kesan yang berlawanan dengan rambut panjang, yaitu lebih mendunia dan tidak membutuhkan banyak sekali perawatan. Meskipun bukan tidak mungkin apabila rambut bob para politisi wanita ini justru lebih banyak perawatan. Bahkan Hillary Clinton sampai sekarang ini masih memperkerjakan penata rambut khusus yang harus selalu siap sedia selama 24 jam.

Debat Hillary Clinton dan Donald Trump

Rambut pendek juga dianggap dapat mengalihkan seseorang dari kesan terlalu feminin. Tidak sulit untuk membayangkan para politisi wanita menganggap potongan rambut pendek layaknya setelan jas formal bagi para pria. Pasalnya mereka harus dapat menunjukkan kompetensi diantara para pria. Akan lebih mudah untuk dapat menciptakan kesan yang formal dan dapat diandalkan apabila penampilan mereka tidak terlalu menonjolkan sisi kewanitaan.

Seperti yang telah ditulis oleh majalah Vogue, Pob menciptakan kesan yang bijaksana, non-seksual dan bahwa wanita juga mampu untuk bersaing didunia politik yang didominasi oleh kaum pria.

Mungkin ini juga alasan Mara Carfagna, mantan model majalah dewasa yang pernah menjabat sebagai menteri di Italia ketika memangkas rambut eksotisnya. Pastinya sebagai seorang pejabat Carfagna ingin dilihat dari kecerdasannya, bukan dari kecantikan paras ataupun keseksian pada tubuhnya.

 

( Berita Terkini )