KPAI Meminta Polisi Untuk Menerapkan Pasal Bagi Pengedar Obat PCC

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meminta kepada pihak polisi untuk menerapkan pasal berlapis untuk menjerat sembilan tersangka kasus peredaran obat PCC (paracetamol caffeine carisoprodol).

Hal itu dikarenakan banyak anak-anak yang menjadi korban terhadap kasus ini. Polda Sultra sudah mengamankan kesembilan tersangka penjual dan pengedar obat PCC di wilayah setempat.

“Polda Sultra dan jajaran sudah menindak pelaku penjual dan pengedar. Sekarang ini terdapat sembilan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka” ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Martinus Sitompul.

Martinus mengungkapkan dari sembilan tersangka tersebut, dua diantaranya ditahan di Polda Sultra, empat tersangka ditahan di Polresta Kendari, dua tersangka ditahan di Polres Kolaka dan satu tersangka ditahan di Polres Konawe.

Mengenai kasus ini, beberapa barang bukti yang disita di antaranya sebanyak 5.227 butir pil/ obat daftar G, dan uang tunai Rp 400.000 dan satu sachet bubuk PCC.

Akibat dari kejadian penyalahgunaan pil PCC di Sultra, tercatat sebanyak 66 orang yang telah menjadi korban, satu diantaranya meninggal. Para korban mengkonsumsi obat ini dengan cara meneggak beberapa butir obat sampai dengan lima butir sekaligus. Sementara itu, adapula yang ditumbuk halus kemudian dicampurkan ke dalam minuman.

PCC sendiri merupakan jenis obat penenang yang dipakai untuk pasien pasca operasi untuk mengurangi rasa nyeri akibat operasi. Sebelum mengonsumsi PCC harus berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter. Obat ini berisi bahan-bahan racikan perorangan.

( Berita Terkini )