Kerusuhan Di Papua Berujung Pembakaran Dan Penembakan

Beritaterkini.biz – Sebanyak 3 warga sipil dan seorang tentara tewas ketika para siswa bentrok dengan pasukan keamanan ketika kekerasan baru terjadi di provinsi Papua.

Setidaknya 10 orang terluka dalam bentrokan di Jayapura, kata kepala kesehatan Papua Aloysius Giyai, Senin (23/9).

“Penyebab kematian masih diperiksa,” papar Giyai.

Dua minggu kerusuhan antara akhir Agustus dan awal September telah menewaskan sedikitnya lima orang di provinsi Papua dan Papua Barat.

Bentrokan itu dipicu oleh perlakuan rasis yang terjadi kepada siswa Papua oleh petugas keamanan di Jawa.

Dalam insiden terpisah di Papua pada hari Senin (23/9), pengunjuk rasa membakar kantor distrik dan bangunan komersial di Wamena, sekitar 250 km dari Jayapura, kata polisi.

Juru bicara kepolisian nasional Dedi Prasetyo mengatakan pasukan keamanan telah dikerahkan.

Dedi pun menjelasakan bahwa ia sedang mencegah agar aksi anarkis tidak meluas.

Terdapat juga laporan yang mengatakan serangan pembakaran terjadi setelah pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan kepada massa.

Protes itu melibatkan ratusan siswa SMA (sekolah menengah atas), yang marah dengan desas-desus tentang pernyataan rasis yang diduga dibuat oleh seorang guru di Wamena.

Polisi mengatakan penyelidikan menemukan bahwa rumor itu tidak benar adanya.

Pihak berwenang memberlakukan pemadaman internet di provinsi Papua dan Papua Barat pada 21 Agustus dalam upaya untuk memulihkan ketertiban setelah pengunjuk rasa membakar gedung-gedung dan menyerang pasukan keamanan.

Pihak berwenang di ibukota mengatakan bahwa terdapat 5 orang yang tewas selama kerusuhan itu. Namun, para aktivis setempat mengatakan bahwa setidaknya ada 13 catatan kematian.

Teriakan “Papua Merdeka!” menggema di setiap jalanan di Papua ketika massa sedang bergerak.