Ini Tanggapan Fahri Hamzah Setelah Di Pecat PKS

Beritaterkini.biz –┬áPresiden PKS Sohibul Iman mengakui sudah keluarkan surat ketentuan (SK) pemberhentian pada Fahri Hamzah sebagai kader PKS. SK itu di buat berdasar pada ketentuan Majelis Tahkim yang menyepakati referensi Tubuh Penegakan Disiplin Organisasi (BPDO). Apa respon Fahri Hamzah?

Dihubungi berulang-kali lewat handphone, wakil ketua DPR itu tidak mengangkat telephone. Tetapi waktu di konfirmasi lewat pesan singkat Fahri cuma menjawab singkat.

” Janganlah saya ya, ” tulisnya, Minggu (3/4).

Saat di tanya apakah telah terima surat pemecatan dari DPP PKS, Fahri menyebutkan belum. ” Belum, ” tulisnya lagi.

Presiden PKS Sohibul Iman mengaku sudah keluarkan SK pemecatan Fahri serta mengirimnya. Tetapi dia belum meyakinkan apakah surat itu telah di terima oleh Fahri atau belum.

” Saya sebagai Presiden PKS yaitu pihak yang berwenang mengemukakan ketentuan MT (Majelis Tahkim) itu pada Fahri Hamzah berbentuk SK DPP PKS. Saya telah di tandatangani SK DPP itu bertanggal 1 April 2016 serta tadi malam saya telah memohon pihak sekretariat untuk secepatnya di kirim, ” kata Sohibul lewat pesan singkat pada berita terkini, Minggu (3/4).

” Saya bakal teliti apakah surat itu telah tiba pada yang berkaitan atau belum. Karenanya saya belum dapat memberi tahu isi SK DPP serta Ketentuan MT sebelumnya terang surat itu hingga pada yang berkaitan, ” paparnya.

Waktu berita pemecatan ini berembus pada Januari lantas, Fahri tak pernah ingin menyikapi. Fahri juga sudah di check Tubuh Penegakan Disiplin Organisasi (BPDO) pada Januari lantas atas laporan dua koleganya. Fahri diadukan sudah bikin gaduh internal partai serta sikapnya yang membela mati-matian pada ketua DPR waktu itu Setya Novanto dalam masalah ‘Papa Minta Saham’.

Dalam satu peluang, dia cuma menyebutkan perubahan posisi jabatan pimpinan DPR tidaklah gampang. ” UU mengatur mekanisme perubahan pimpinan DPR oleh partai dengan detil, dimana penarikan mesti dibarengi oleh argumen yang konstitusional, ” kata Fahri mengacu pasal 87 UU MD3 ayat (2) huruf d.

Fahri sempat juga sharing lewat account resmi Twitter-nya, @fahrihamzah. Fahri menyindir mengenai sikap santun serta keras.

” Ya Allah Ya Tuhan kami, ijinkan saya melawan apa yang saya saksikan salah. Walau mereka kuat. Jadi tolonglah saya yang lemah, ” catat Fahri Hamzah melalui Twitternya, @fahrihamzah diambil berita terkini, Selasa (5/1).

Fahri bicara masalah kezaliman. Menurutnya, kezaliman cuma sukai pada beberapa orang yang tunduk kepadanya serta tidak sukai dengan tantangan.

” Kezaliman menempatkan diri diatas undang-undang serta suka bila semuanya tunduk tanpa ada tantangan, ” catat Fahri lagi.

” Mengapa kalian takut dengan kalimat? Apa salah satu logika? Mengapa kau takut dengan style? Apakah kau telah mati style? Mengapa kau tidak biarlah kami jadi sendiri seandainya kami benar apa yang ada? ” catat Fahri.

Leave a Comment