Ikrar : Buat Apa Pertahankan Orang Loyal Tapi Bodoh

Beritaterkini.biz – Beritaterkini, Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menilainya Presiden Joko Widodo (Jokowi) udah waktunya untuk ganti beberapa menteri yg tidak cakap bekerja.

Aspek loyalitas tak dapat jadi referensi untuk menjaga menteri itu.

“Buat apa pertahankan orang loyal tapi bodoh, ngaco. Keloyalan tidak cukup. Jangan katanya loyal kemudian dipertahankan,” kata Ikrar

Menurut Ikrar, bila cuma memerhatikan segi kesetiaan, kabinet Kerja tak kan jalan dengan baik. Walau sekian, Ikrar menilainya sosok yang pandai juga kurang untuk isi kabinet.

” Buat apa pertahankan orang pandai, cerdas namun kebijakannya bertentangan dengan Presiden. Buat apa dipertahankan bila kelak dia jadi Brutus atau orang yang menikam dari belakang, ” ucap Ikrar.

Ikrar menilainya Presiden mesti mencari sosok yang setia, pandai, cerdas, rajin, serta strategis dalam jalankan kebijakan pemerintah. Ikrar mengerti tidaklah gampang mencari sosok seperti itu dalam dunia politik.

Walaupun demikian, kata dia, hal tersebut bisa dikerjakan.

” Presiden mesti tegas. Ini harusnya reshuffle ke-2 serta yang paling akhir. Dua tahun lagi orang telah repot persiapan pemilu 2019, ” papar Ikrar.

Menurut Ikrar, Presiden Jokowi mesti pilih orang yang searah dengan fikirannya dalam memajukan Indonesia, wujudkan Nawacita, serta penuhi janji kampanye dalam tiga tahun yang akan datang. Tanpa ada itu, menurut Ikrar Presiden Jokowi tak dinilai sebagai Presiden yang berhasil.

Wacana reshuffle kabinet kembali nampak sesudah PAN serta Golkar menyebutkan berhimpun dalam koalisi pemerintahan. Tetapi, Presiden sampai sekarang ini enggan meyakinkan ada atau tidaknya reshuffle kabinet.

Ia cuma meyakinkan pelajari kerja beberapa menteri senantiasa dia kerjakan. Presiden mengakui kalau penilaian orang-orang jadi bahan input baginya untuk lakukan evaluasi pada kemampuan beberapa menterinya.

Buat Jokowi, penilaian orang-orang perlu lantaran mereka yang rasakan kerja pemerintah.

( Beritaterkini )

Leave a Comment