Hillary : Ucapan Selamat Saya Kepada Trump Adalah Hal Paling Aneh

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Mantan Calon Presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton, akhirnya mengeluarkan pendapat mengenai apa yang terjadi di malam kekalahan mengejutkannya pada Pilpres AS, 8 November 2016.

Mantan Menlu AS itu buka suara dalam pernyataan tertulis bagaimana momen dia menelepon Donald Trump untuk mengucapkan selamat sebagai hal yang aneh di hidupnya. Hillary juga menceritakan bagaimana keadaan di hotel tempat dirinya menyaksikan hasil pilpres semakin “gelap” menjelang saat ini bahwa Trump yang akan menang.

Mulanya, Hillary memilih untuk beristirahat sebentar sambil menunggu hasil masuk dari satu persatu negara bagian. Setelah dia bangun, capres wanita pertama dalam sejarah AS itu tahu benar bahwa ada yang tidak benar.

Suaminya, mantan Presiden Bill Clinton terlihat sedang bercerutu tidak jelas. Akhirnya Hillary menyerah dan memutuskan untuk mengakui kekalahannya saat mantan Presiden Barack Obama meneleponnya.

Obama memintanya untuk menelepon Trump untuk memastikan tradisi demokrasi AS tetap terjaga serta menghindari kebingungan dari pendukung kedua calon.

“Saya menelepon Donald Trump dan menawarkan bantuan saya untuk memastikan transisi kekuasaan berjalan dengan mulus,” ungkapnya.

“Itu sungguh sesuatu yang aneh, seperti menelepon tetangga bahwa Anda tidak dapat ke acara BBQ. Singkat dan mengejutkan,” ungkap Hillary.

Memoar ketiga Hillary ini telah mengundang kontroversi. Hillary dikatakan menyalahkan Bernie Sanders, pesaingnya di pemilihan pendahuluan Partai Demokrat sebagai salah satu biang kerok kekalahannya.

Dalam buku tersebut, Hillary menuliskan bagaimana serangan demi serangan yang dilancarkan Sanders kepada dia, sampai dengan mengakibatkan kerusakan jangka panjang bagi citra Hillary.

Terutama saat dia berhadapan dengan Donald Trump. Kekalahan mengejutkan mantan Ibu Negara Amerika ini tetap menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah perpolitikan AS.

Difavoritkan sejak lama untuk menjadi presiden wanita pertama AS, rupanya Hillary tidak kuasa melawan kemarahan pemilih AS terutama pada pemilihan Pekerja Berkerah Biru (“Blue Collar”).

Pemilih yang berbasis di Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan atau sering disebutkan Rust Belt States ini mengubur mimpi Hillary dengan kombinasi kekalahan selisih suara sangat tipis, yakni hanya 107.330 suara.

Hasil yang ironis mengingat tiga negara bagian ini rutin memilih capres dari Partai Demokrat dalam tujuh pilpres terakhir.

( Berita Terkini )

Leave a Comment