Golkar Tidak Masalah Jika Hak Angket KPK Digunakan Untuk Bahan Kampanye

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengungkapkan tidak mempermasalahkan apabila ada partai lain yang ingin menggunakan isu hak angket DPR terhadap KPK untuk kampanye.

Ia mengatakan bahwa, sejak awal Golkar selaku partai pendukung Presiden Joko Widodo tidak pernah merasa takut untuk dituduh melemahkan KPK.

Sebaliknya, ucap Idrus, masuknya Golkar ke dalam Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK justru untuk memperkuat KPK.

“Saya kira hak angket merupakan haknya DPR dan itu diatur. Kita ingin bahwa apa yang dilakukan teman-teman di Pansus hak angket ini adalah berorientasi pada bagaimana tata kelola, kan itu,” ucap Idrus di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (22/9/2017).

Keberadaan Panitia Khusus, kata dia, digunakan untuk membuat tata kelola pemberantasan korupsi yang baik, bukan menjadi pembenar, kemudian membubarkan KPK.

Politisi Partai Demokrat Benny Kabur Harman sebelumnya mengatakan, isu pelemahan KPK dapat menjadi salah satu bahan kampanye partainya pada Pemilu 2019.

Usaha pelemahan tersebut dilakukan melalui Panitia Khusus Hak Angket terhadap KPK yang saat ini tengah berjalan di DPR.

Keanggotaan Pansus Angket KPK diisi oleh dengan barisan partai pendukung pemerintahan Joko Widodo yaitu PDI-P, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional.

Sementara itu, empat parpol lain tidak tergabung dalam angket, yakni Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat.

( Berita Terkini )

Leave a Comment