Korea Utara Menolak Tambahan Sanksi Yang Dikeluarkan Dari Keamanan PBB

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Korea Utara mengungkapkan dengan tegas menolak adanya resolusi sanksi tambahan yang dikeluarkan PBB.

Dewan Keamanan PBB pada Jumat (22/12/2017) secara bulat sudah mengeluarkan sanksi tambahkan yang ditujukan kepada Korea Utara termasuk didalam pembatasan impor minyak bumi.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengungkapkan, resolusi sanksi yang ditambahkan sebagai pelanggaran berat atas kedaulatan negaranya.

Selain daripada itu, dianggap menjadi pernyataan perang yang sudah melanggar perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dan wilayahnya

Kore Utara kembali memberikan pernyataan dan menegaskan persenjataan nuklir mereka adalah pertahanan diri untuk mencegah ancaman nuklir dan pemerasan di AS.

“Jika AS ingin hidup damai, mereka harus meninggalkan kebijakan yang bermusuhan dengan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).”

“AS harus belajar untuk hiudp bersama dengan negara yang mempunyai senjata nuklir dan tidak lagi mendesak kami untuk menanggalkan senjata nuklir yang kami ciptakan dengan susah payah dan kerja keras” tambahnya.

Mengutuk uji coba misil yang kami lakukan pada tanggal 29 November lalu, 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB setuju untuk menutup impor minyak bumi dan memblokir semua sumber pendapatan utama lainnya yang diduga telah mendanai program nuklir.

Resolusi yang dibuat AS merupakan dengan memangkas ekspor produk olahan dari minyak dan minyak mentah sampai dengan 89 persen.

Buatan resolusi tersebut juga meminta kepada negara anggota PBB untuk mengembalikan semua pekerja asing asal Korea Utara dalam waktu selama 24 bulan kedepan.

( Berita Terkini )