Dua Kali Menolak Panggilan, Retno Akan Dijemput Paksa

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Penyidik Bareskrim Polri menjemput paksa bendahara Saracen, Retno, untuk diperiksa lebih dalam sebagai saksi.

Retno yang dijemput paksa sudah dua kali tidak datang untuk memenuhi panggilan dari penyidik.

“Kalau sesuai aturannya dipanggil dua kali tidak hadir, ada surat perintah membawa,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Pada panggilan pertama, Retno tidak hadir dan tidak memberikan keterangan. Pada panggilan kedua, Retno mengulang dengan tidak hadir pada panggilan kedua.

Setelah prosedur, apabila saksi tetap tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa memberikan alasan yang patut, maka akan dilakukan upaya paksa.

“Imbauan saya, sebagai masyarakat yang taat hukum, kalau dipanggil sekali, kalaupun tidak hadir beri tahu alasan yang jelas,” ucap Setyo.

“Kalau dua kali dipanggil tidak hadir, artinya ada usaha tidak kooperatif,” tambah dia.

Penyidik juga akan mengonfirmasi mengenai transaksi dana sebesar Rp 75 juta dari Asma Dewi.

Dewi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyebaran ujaran kebencian dan konten berbau SARA.

Dalam insiden ini, polisi sudah menetapkan empat pengurus Saracen sebagai tersangka. Mereka merupakan Mohammad Faisal Todong, Sri Rahayu Ningsih, Jasriadi, dan Mahammad Abdullah Harsono.

Sampai dengan sekarang ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun.

( Berita Terkini )

Leave a Comment