Djarot Setuju Harga Rokok Perbungkus Naik Capai Rp 50 Ribu

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendukung adanya percakapan pemerintah pusat menaikkan harga satu bungkus rokok mencapai Rp 50.00. Lantaran harga yang tinggi itu dianggap bisa menekan jumlah perokok, terutama perokok usia sekolah dan usia produktif.

“Wah bagus itu. Jadi untuk dapat menekan para perokok ya naikkan aja,”ucap Djarot.

Tidak cuma menaikkan harga rokok menjadi Rp. 50.000 saja, pemerintah juga diminta menaikkan pajak rokok semakin tinggi. Terutama untuk rokok yang banyaj penggemarnya.

“Kaish pajak juga yang tinggi. Terutama untuk rokok yang paling banyak disukai, enggak apa-apa itu,”ucap Djarot.

Meskipun demikian, setiap kebijakan pasti bakal mempunyai dampak positif dan negatif. Lantaran dia meminta pemerintah pusat melakukan kajian yang cocok supaya mendapatkan solusi terhadap dampak yang bakal ditimbulkan. Sehingga tidak merugikan masyakarat, terutama para petani tembakau.

“Tapi dampaknya pertani tembakau, pekerja di perusahaan rokok. Makanya dihitung benar dampak positif dan negatifnya. Bukan cuma pembatasan area perokok, tetapi juga industri rokok kreteknya,”ucap Djarot.

Harga rokok di luar negeri amat mahal, lantaran di negara-negara besar itu tidak ada pakbrik rokok. Sedangkan di Indonesia, banyak pabrik rokok yang mempekerjakan ribuan rakyat Indonesia,”ucapnya Djarot.

“Dia luar negeri udah mahal banget. Lantaran dia enggak punya pabrik rokok di sana. Tapi di Indonesia berbeda. jadi tolong ini dikaji benar secara seksama mengenai wacana ini. Saya secara umum setuju aja ini diterapkan, sebab salah satu penyumbang inflasi di Jakarta yakni rokok. Tapi tolong dikaji dengan benar,”ucap Djarot.

Leave a Comment