Dikarenakan Penjara Di Belgia Kacau, Belanda Tolak Menyerahkan 8 Tersangka Narkoba

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Otoritas Belanda menolak untuk memberikan atau menyerahkan delapan tersangka yang telah di duga terlibat dalam kasus penyelundupan obat-obatan terlarang ke Belgia, Selasa (1/8/2017).

Penolakan tersebut muncul dikarenakan Belanda belum mendapatkan informasi rinci mengenai di mana dan bagaimana kondisi tempat penahanan para tersangka tersebut.

Seperti yang telah diberitakan AFP, kedelapan orang tersebut menjadi buronan otoritas penegak hukum di Antwerp.

Mereka diduga menjadi bagian dari sindikat internasional penyelundup obat-obatan terlarang dari Amerika Selatan ke Eropa.

Dengan demikian, pengadilan di Amsterdam menyuarakan keprihatinan mengenai kondisi kesejahteraan para tahanan di penjara Belgia, menyusul kekacauan yang terjadi di sana.

Pada bulan lalu, Dewan Eropa mengeluarkan pernyataan mengenai kondisi penjara-penjara di Belgia.

Disebutkan bahwa, permintaan Belgia untuk menyerahkan para tersangka tidak dapat dilanjutkan tanpa adanya penyelidikan yang lebih lanjut mengenai kondisi itu.

Penyerahan tersebut pun terpaksa ditangguhkan, sementara otoritas Belanda mencari informasi yang lebih lanjut di Belgia.

Pengadilan internasional khusus yang memutuskan penyerahan tersangka kasus hukum ke negara lain, menyebutkan, menyusul aksi mogok staf penjara baru-baru ini, tahanan pun hanya terkurung di sel mereka.

“Pengadilan harus menolak transfer jika di negara yang meminta pengalihan tersangka masih terdengar isu pelanggaran mendasar terhadap hak asasi manusia.”

Menteri Kehakiman Belgia Koen Geens mengaku telah mencatat keputusan dari Belanda tersebut.

Akan tetapi dia pun menegaskan, pengadilan sedang mencari informasi lebih lengkap, dan belum dapat menyimpulkan apakah benar penjara Belgia merendahkan martabat manusia. Komite anti-penyiksaan Dewan Eropa pada bulan Juli mengecam kegagalan yang terus-menerus terjadi di Belgia dalam menerapkan tingkat pelayanan minimum untuk menjamin hak-hak narapidana.

Dikatakan, kegagalan tersebut mengakibatkan beberapa narapidana dikenai perlakuan tidak manusiawi, sampai dengan situasi yang sudah tidak dapat ditoleransi. Kondisi tersebut membahayakan hidup para tahanan.

( Berita Terkini )

Leave a Comment