Demi Mengetahui Kehidupan Mantan Anggotanya Membuat Uber Mengambil Langkah Turunkan Investigasi

Beritaterkini.biz, Berita Terkini, Jakarta – Uber telah membantah menginvestigasi kehidupan pribadi sosok mantan karyawannya, Susan Fowler, yang sebelumnya telah mengaku menjadi korban pelecehan seksual pada perusahaan tersebut. Fowler mengaku ada yang menghubungi orang-orang yang dikenalnya untuk mengetahui semua informasi pribadinya.

Juru bicara Uber mengatakan jika perusahaan ride-sharing tersebut tidak menelepon atau menggunakan metode komunikasi apa pun, untuk mencari tahu tentang kehidupan Fowler. “Uber sama sekali tidak terlibat dan ini adalah tindakan yang salah,” kata juru bicara itu, seperti dikutip oleh Recode, Selasa (28/02).

Usai Uber membantah dugaan investigasi tentang kehidupan pribadi Fowler, sampai saat ini belum diketahui siapa yang sebenarnya telah melakukan hal itu. Pengakuan Fowler, ada pihak yang menghubungi beberapa temannya, termasuk orang-orang yang tidak pernah berkomunikasi dengannya setelah lulus SMA.

Baca Juga :  Samsung Galaxy S8 akan Diluncurkan Pada 21 April 2017

“Mereka telah menghubungi orang-orang untuk sekedar mengetahui informasi pribadi mengenai saya. Saya tidak tahu siapa yang telah melakukannya,” ungkap Fowler didalam email-nya pada Recode.

Walaupun tidak tahu siapa dalang dibalik itu, Fowler melalui akun Twitter-nya meminta semua teman-temannya untuk segera menghubunginya apabila mereka dihubungi oleh “penyidik” itu.

“Penelitian untuk kampanye hitam telah dimulai. Apabila kalian telah dihubungi oleh siapa pun untuk menanyakan informasi pribadi mengenai saya, silahkan lapor secepatnya,” kicau dari Fowler.

Sejumlah pengguna dari Twitter mengira jika Uber adalah dalang di balik aksi itu. Akan tetapi perusahaan itu membantahnya.

Tudingan terhadap Uber disebutkan tidak terlalu mengejutkan jika melihat sejumlah rekam jejak perusahaan selama ini. Uber bahkan pernah beberapa kali merekrut pihak luar hanya untuk melakukan investigasi.

Salah satunya terjadi di akhir 2015, ketika itu Uber bekerjasama dengan sebuah perusahaan bernama Ergo, untuk menyelidiki tentang Spencer Meyer. Ia dulu juga pernah menggugat Uber dan sang CEO, Travis Kalanic, mengenai kasus penetapan harga.

( Berita Terkini )

Leave a Comment