Penenggelaman Kapal Bukan Kemauan Pribadi Menteri Susi

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Pemerintah akan menghentikan penenggelaman kapal yang mencuri ikan yang selama ini ramai dilakukan. Hal ini telah diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan setelah rapat koordinasi, Senin 8 Januari 2018, kemarin.

Menurut Luhut, sudah sangat cukup bagi Indonesia untuk melakukan penenggelaman kapal. Oleh karena itu sekarang ini sudah saat nya untuk fokus meningkatkan produksi agar dapat meningkatkan ekspor.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui akun twitter pribadinya @susipudjiastuti menjelaskan apabila proses penenggelaman kapal sudah berdasarkan putusan hukum yang berlaku.

“Penenggelaman kapan telah dilaksanakan/dieksekusi setelah ada putusan hukum dari pengadilan negeri,” ujar Susi dalam akun Twitternya.

Oleh karena itu, lanjut dia, penenggelaman kapal dilakukan selama ini bukan atas kemauan nya sendiri, namun berdasarkan putusan hukum, “Bukan kemauan pribadi sang menteri,” tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, bahwa pemerintah telah memutuskan untuk tidak lagi menenggelamkan kapal pencuri ikan yang telah tertangkap. Salah satunya terkait rencana pemerintah yang sedang fokus memacu investasi di sektor perikanan.

Lantas, bagaimana dengan nasib kapal-kapal pencuri ikan?

“Di sitalah, (buat aset?), ya, nanti kita pengin jangan lagi stranded kapal tadi. Tadi Pak Menteri Perhubungan telah menyampaikan, tidak ingin ada lagi ada kapal-kapal berhenti begitu saja. Telah cukup 3 tahun ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta.

Meskipun begitu, Luhut menuturkan, tidak menutup kemungkinan penenggelaman kapal kembali diberlakukan. Akan tetapi, hal itu baru akan dilakukan apabila terjadi pelanggaran khusus.

“Sekarang kita ingin melihat ke depannya. Semua orang sudah tahu negeri kita tegas. Kalau memang ada nanti bukan tidak mungkin ditenggalamkan, suatu saat, bisa saja, kalau ada pelanggaran khusus, tetapi tidak seperti saat ini. Sekarang bicara pada produksi,” papar Luhut.

( Berita Terkini )