Beberapa Cara Menanggani Balita Yang Terlalu Aktif Bergerak

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Meskipun setiap anak sangat suka sekali bergerak akan tetapi anak juga membutuhkan untuk duduk tenang, contohnya di sekolah, saat makan, atau di rumah ibadah. Ketika mereka tidak bisa duduk dengan tenang dan diam, kebanyakan para orang tua berfikir bahwa anak tersebut susah untuk di atur dan ada permasalahan dalam tumbuh kembangnya anak.

Seorang ibu mengatakan keluhannya mengenai anaknya yang berusia 4 tahun, Fia, yang sangat aktif dan tidak bisa duduk tenang sebentar.

“Di sekolahnya ada waktu circle time, anak-anak duduk melingkar dan gurunya melakukan tanya jawab atau membacakan cerita beberapa menit. Anak-anak lain bisa duduk tenang, tapi tidak dengan Fia, ia pasti berkeliaran,” keluhan sang ibu kepada anaknya.

Kemampuan anak untuk dapat fokus pada waktu yang lama memang dimulai dari usia sekitar 3-4 tahun. Akan tetapi, kemampuan tersebut memang sangat bervariasi dan berbeda-beda pada setiap anak.

“Sebenarnya kemampuannya untuk fokus sangat bervariasi, mulai dari 15 detik sampai 15 menit masih tergolong normal,” ucap Wendy Sue Swanson, dokter anak dari Washington AS.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk dapat membuat anak bisa duduk tenang dalam jangka waktu yang lebih lama.

– Mainan kecil

Ketika anak selalu bergerak dan tidak bisa diam pada saat yang seharusnya anak harus duduk tenang, hal itu biasanya dikarenakan anak tersebut bosan. Anak tersebut bisa diam dan duduk tenang lebih lama ketika lagu atau cerita yang diceritakan oleh gurunya menarik.

Akan tetapi jika si kecil selalu sulit untuk duduk tenang, cobalah berbicara kepada gurunya untuk memberikan mainan kecil untuk dimainkan oleh anak tersebut agar anak tersebut dapat duduk dengan tenang.

Baca juga : Balita Sekarang Lebih Mahir Menggunakan Gawai Daripada Mengikat Tali Sepatunya

Ketika anak harus duduk diam tapi tidak harus melakukan fokus, misalnya pada saat direstoran, sang ibu dapat membawakan mainan atau sesuatu yang dapat membuatnya sibuk dan dapat duduk diam, seperti buku mewarnai atau sesuatu lainnya.

– Banyak bergerak

Karena ketika anak bergerak aktif membuat pusat perhatian, maka buatlah kegiatan yang dapat membuat anak banyak bergerak. “Permainan di luar ruangan akan merangsang produksi serotonin dan dopamin, neurotransmiter yang penting untuk perhatian, fokus, dan proses belajar,” ucap Loren Shlaes, terapis okupasi anak.

Menurut pendapat dari Swanson, idealnya anak bermain di luar ruangan minimal satu jam dalam sehari. Jika memungkinkan, lakukan aktivitas fisik sebelum anak melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus, misalnya jalan kaki ke sekolah jika jaraknya tidak terlalu jauh, atau bermain terlebih dahulu di lapangan sekolah.

– Sabar

Pada kebanyakan kasus yang seperti ini, sifat tidak bisa diam terhadap anak hanya disebabkan karena anak kelebihan energi dan anak akan bisa tenang ketika berusia sekitar 5 tahun.

Bila rentang perhatian atau fokus anak tidak juga bertambah seiring dengan bertambahnya usia, konsultasikan dengan dokter. Beberapa gangguan tumbuh kembangnya anak, seperti ADHD (gangguan pemusatan perhatian) bisa jadi salah satu penyebabnya.

( Berita Terkini )

Leave a Comment