Bahaya Mengabaikan Nyeri Pada Ulu Hati, Bisa Saja Itu Penyakit Jantung Koroner

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Banyak sekali orang yang sering mengabaikan nyeri pada ulu hati pada saat puasa sebagai gejala dari penyakit lambung, Akan berbahaya jika seseorang selalu mengabaikan nyeri pada ulu hati, karena nyeri ini bisa dari penyakit jantung koroner (PJK). Penyebab dari PJK ini biasanya dikarenakan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner jantung sehingga membuat jantung kekurangan oksigen dan nutrisi untuk memompa darah. Penyempitan atau penyumbatan biasanya terjadi karena adanya proses penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang biasanya berlangsung secara tahap demi tahap.

Keluhan dari penderita penyakit jantung koroner bervariasi yang pada umumnya dikarekan oleh nyeri dada yang dirasakan oleh penderita di daerah bawah tulang dada agak ke sebelah kiri dengan rasa seperti mempunyai beban yang cukup berat, ditusuk-tusuk, dan juga ada rasa terbakar.

“Terkadang gangguan ini juga dapat menjalar atau berkembang ke rahang, lengan kiri, dan ke belakang punggung, disertai dengan keringat yang banyak,” ucap dr. Antono Sutandar, SpJP(K) selaku Wakil Chairman Siloam Heart Institute (SHI), Jumat (16/6/2017).

Baca juga : Beberapa Olahraga Yang Dibutuhkan Untuk Membakar Kalori Saat Mengonsumsi Junk Food

Diberitahukan bahwa pada awalnya kateterisasi yang dilakukan untuk mengetahui beberapa keadaan pada pasien seperti pembuluh otot jantung, ruang jantung, ukuran tekanan dalam jantung, dan pembuluh darah otot jantung dengan menggunakan selang kecil dan sinar X di ruang kateterisasi (cath lab). Setelah anda melalui kateter, bisa juga melakukannya dengan memasang stent atau peripheral component interconnect (PCI) untuk membuka penyempitan pembuluh darah koroner yang terdapat pada jantung.

Stent mempunyai diameter sebesar 2-4 milimeter yang cukup elastis untuk disesuaikan dengan bentuk pembuluh darah koroner pada jantung. Jumlah stent yang dipasang bergantung pada kondisi penyempitan yang di alami oleh pasien.

dr. Maizul Anwar, SpBTKV selaku chaiman SHI mengungkapkan bahwa pada kondisi pasien tertentu, operasi coronary artery bypass graft (CABG) lebih disarankan untuk membuat pembuluh darah yang baru dari aorta, lewat dari pembuluh darah koroner yang sudah menyempit dan tersumbat agar otot-otot jantung mendapat bantuan atau pasokan darah yang cukup untuk kebutuhan kerja jantung pada tubuh,” ucapnya. Proses endapan atheroma (lemak) tersebut akan membuatnya semakin tebal dan menonjol ke dinding bagian dalam.

Ada saatnya dimana lapisan endothel (lapisan sel yang melapisi dinding bagian dalam pembuluh darah koroner) di atasnya pecah dan diendapi trombosit (keping sel pembekuan darah) yang akan membentuk bekuan darah yang makin lama akan semakin banyak sehingga akan tertutup total dan terjadilah apa yang disebut dengan serangan jantung akut.

Ada juga penawarkan sebuah paket untuk pemeriksaan terhadap jantung setiap bulannya seharga Rp 599.000 sudah termasuk konsultasi spesialis jantung dan pembuluh darah oleh Siloam Heart Institute (SHI), treadmill test, electrocardiogram (EKG), CT Calcium Scan, dan laboratorium darah. Selain daripada itu, kateterisasi mulai Rp 10.500.000, pemasangan stent mulai Rp 32,8 juta dan CABG mulai dari Rp 85 juta.

( Berita Terkini )

Leave a Comment